Lalu caranya?
Pertama, kata Ali, kumpulkan para anggota-anggota potensial. Anggota potensial itu anggota yang suka menabung, jumlah tabungannya baik, kemudian suka meminjam dan lancar.
Baca Juga: 20 TAHUN CU CINDELARAS TUMANGKAR, MENJAGA ASA SALING MENGHIDUPI
Lalu jadikan mereka sel kita. Mereka itulah yang jadi aktivis nantinya. Libatkan mereka ini dalam banyak kegiatan di CU, sehingga mereka merasa memiliki CU.
Merasa mendapat manfaat. Merasa mendapat nilai tambah dari CU, dan dengan sendirinya mereka mau memasyarakatkan CU.
“Pengalaman kita pun begitu. Contohnya saya. Kenapa saya jadi Ketua Puskopcuina? Salah satunya karena saya dulu pelaku usaha yang banyak menggunakan CU untuk membangun usaha saya. Saya kemudian merasa terpanggil untuk menjaga CU, karena uang saya di CU, keluarga saya di CU, masyarakat saya di CU. Jadi saya berkewajiban untuk menjaga CU, karena CU ini aset kami bersama. Itu artinya berkembang bersama. Itu tekanannya: berkembang bersama,” pungkas Ali.