JOGJA.24JAMNEWS.COM - Di banyak negara, koperasi bukan sekadar badan usaha alternatif—ia adalah kekuatan ekonomi utama yang membentuk industri, menggerakkan jutaan anggota, dan bersaing langsung dengan korporasi raksasa.
Dari sektor keuangan hingga ritel, dari pertanian hingga energi, koperasi telah membuktikan bahwa model berbasis anggota mampu tumbuh besar tanpa kehilangan nilai kebersamaan.
Baca Juga: Revolusi Sunyi dari Pedesaan di Jerman yang Mengubah Dunia Keuangan
Di Prancis, koperasi perbankan seperti Crédit Agricole berdiri sejajar dengan bank-bank global. Dengan total aset yang mencapai lebih dari €2 triliun—setara sekitar Rp34.000 triliun—lembaga ini bukan hanya koperasi terbesar di dunia, tetapi juga salah satu institusi keuangan paling berpengaruh secara global.
Mereka melayani puluhan juta nasabah yang sekaligus menjadi pemilik, menciptakan sistem yang kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kisah Koperasi di Balik Susu Bendera
Bergeser ke Jerman, koperasi ritel seperti REWE Group dan EDEKA Group menunjukkan wajah lain dari kekuatan kolektif. REWE Group mencatatkan omzet lebih dari €80 miliar (sekitar Rp1.360 triliun) per tahun, sementara EDEKA melampaui €70 miliar (sekitar Rp1.190 triliun).
Jaringan supermarket ini dimiliki oleh ribuan pengusaha anggota yang bersatu dalam sistem koperasi, namun tetap mampu menjalankan bisnis dengan efisiensi dan profesionalisme tingkat tinggi.
Di sektor agribisnis, koperasi susu seperti FrieslandCampina di Belanda dan Arla Foods di kawasan Skandinavia menjadi contoh nyata kekuatan petani.
FrieslandCampina mencatatkan pendapatan sekitar €13–14 miliar (sekitar Rp220–240 triliun), sementara Arla Foods mencapai lebih dari €13 miliar (sekitar Rp220 triliun).
Ribuan peternak menjadi pemilik sekaligus pemasok, menjadikan mereka bukan sekadar produsen bahan mentah, tetapi pemain global dalam industri pangan.
Baca Juga: 20 TAHUN CU CINDELARAS TUMANGKAR, MENJAGA ASA SALING MENGHIDUPI
Sementara itu, di negara-negara Nordik, koperasi konsumen seperti S Group di Finlandia dan Migros di Swiss berkembang menjadi ekosistem bisnis yang luas. S Group mencatatkan pendapatan lebih dari €12 miliar (sekitar Rp200 triliun), sementara Migros membukukan omzet sekitar CHF 30 miliar—setara kurang lebih Rp520 triliun.