JOGJA.24JAMNEWS.COM - Musim haji 1447 H menjadi momen istimewa bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun ini, sebanyak 3.830 jemaah haji siap diberangkatkan, meningkat signifikan dari kuota sebelumnya.
Tambahan 601 jemaah bukan sekadar angka, tetapi membawa harapan baru bagi ribuan calon tamu Allah yang telah lama menanti.
Baca Juga: Prabowo Subianto Kembali ke Indonesia Usai Lawatan Diplomatik Eropa
Keistimewaan tak berhenti di situ. Untuk pertama kalinya, jemaah DIY akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta sekaligus merasakan inovasi model hotel haji.
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, menegaskan hal ini sebagai tonggak baru penyelenggaraan haji di Indonesia.
“Jemaah haji DIY musim ini menjadi yang pertama diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta dan akan merasakan pengalaman baru melalui penerapan model hotel haji, yang merupakan inovasi pertama di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia Prancis Global
Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah, pesan kehati-hatian juga disampaikan. Ibadah diharapkan tetap berjalan lancar, aman, dan khusyuk.
“Semoga diberikan kelancaran dan keselamatan saat berangkat, selama melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, hingga kembali lagi ke tanah air dengan selamat, sehat, dan memperoleh menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Dari sisi profil, jemaah DIY tahun ini mencerminkan keberagaman generasi. Usia 46–60 tahun mendominasi, disusul kelompok lansia. Bahkan, terdapat jemaah berusia 102 tahun, sekaligus yang tertua, dan seorang remaja 14 tahun sebagai yang termuda.
Baca Juga: Penebaran Ribuan Benih Ikan Lokal Edukasi Konservasi Sungai Bedog
Kesiapan teknis pun diklaim matang. “Kuota jemaah haji DIY bertambah dari semula 3.147 menjadi 3.748 jemaah. Total dengan petugas dan mutasi, maka jemaah yang berangkat dari DIY mencapai 3.830 orang,” jelas Jauhar Mosthofa.
Bagi sebagian jemaah, perjalanan ini adalah penantian panjang. Ashila Metta (23), misalnya, telah menunggu selama 15 tahun.
“Bahagia sekali, tapi ada sedikit pressure juga. Karena berangkat mendampingi ibu yang berusia 53 tahun,” ungkapnya.