JOGJA.24JAMNEWS.COM — Dua batang pohon berukuran besar yang belum diketahui asal-usulnya tumbang dan terseret derasnya arus Sungai Code akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Selasa sore.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tanpa Pendaftaran Fokus Jangkau Anak Miskin Nasional
Kedua pohon tersebut terbawa arus hingga kawasan Embung Surokarsan dan tersangkut di sekitar embung. Material berukuran besar itu menjadi perhatian karena berpotensi menghambat aliran air di tengah meningkatnya debit sungai.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus Sungai Code mengalir lebih deras dari biasanya. Meski tinggi muka air di Embung Surokarsan mengalami kenaikan, kondisi masih dalam batas aman dan tidak sampai meluap.
Baca Juga: Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan
Lebar dan kedalaman sungai Code di area tersebut masih menampung volume air yang meningkat cukup tinggi.
Derasnya arus dipicu hujan lebat yang terjadi di wilayah hulu sungai. Selain membawa material pohon, aliran air juga mengangkut ranting dan sampah lainnya dari bagian atas aliran sungai.
Berdasarkan keterangan dari BMKG, hujan yang masih terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bagian dari dinamika masa peralihan musim atau pancaroba.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Toleransi Lewat Pembangunan Gereja GPDI Balong
BMKG menyebut, pada periode ini kondisi atmosfer cenderung labil sehingga memungkinkan terbentuknya awan hujan secara cepat. Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di wilayah Yogyakarta didominasi kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian berpotensi hujan pada sore hingga malam. Pola ini berkontribusi terhadap peningkatan debit sungai secara mendadak saat hujan turun di wilayah hulu.
Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Code diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kiriman material dari hulu seperti batang pohon, serta kemungkinan peningkatan debit air secara tiba-tiba.