JOGJA.24JAMNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dollar AS antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Vatikan Perpanjang Masa Pelayanan Kardinal Suharyo hingga 2027
Penandatanganan berlangsung dalam sesi roundtable Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/02/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi wujud konkret kolaborasi pemerintah dan swasta kedua negara di berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur serta pengembangan teknologi.
Baca Juga: Dari Istana ke PIAT UGM: Menguji Strategi Mikro Pengolahan Sampah
Di sektor mineral kritis, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menandatangani Memorandum of Agreement dengan Freeport-McMoRan dan PT Freeport Indonesia.
Di bidang energi, Pertamina menjalin kerja sama oilfield recovery dengan Halliburton.
Pada sektor agrikultur, Cargill Indonesia dan mitra dalam negeri meneken MoU pengembangan jagung bersama Cargill Inc.
Di industri tekstil, Busana Apparel Group serta Daehan Global menandatangani kesepahaman terkait kapas dengan U.S. National Cotton Council.
Sementara itu, Asosiasi Garment dan Textile Indonesia bersama PT Pan Brothers menggandeng Ravel untuk kerja sama pengolahan pakaian bekas.
Baca Juga: Riset Kelas Dunia, Ambisi di Teluk Ekas, Lombok
Kerja sama furnitur tercatat melalui kesepakatan antara ASMINDO dan Bingaman and Son Lumber, serta antara HIMKI dan American Hardwood Export Council.