Namun sejarah gerakan ini kemudian berkembang dalam dua arah yang berbeda.
Baca Juga: Komunitas Agus Bumi Indonesia Bagikan Ratusan Takjil di Sekitar Tugu Yogyakarta
Di Eropa—khususnya Jerman dan Austria—koperasi kredit perlahan berkembang menjadi bank koperasi besar.
Banyak lembaga kecil bergabung membentuk jaringan keuangan yang lebih besar, dengan layanan yang semakin lengkap.
Di Jerman modern, warisan gerakan ini dapat dilihat dalam jaringan bank koperasi besar seperti Volksbanken Raiffeisenbanken.
Sistem ini terdiri dari ratusan bank koperasi lokal yang dimiliki oleh anggota mereka sendiri, namun beroperasi dengan teknologi dan layanan perbankan modern.
Dari tradisi yang sama pula lahir institusi besar seperti Raiffeisen Bank International, kelompok perbankan yang kini beroperasi di berbagai negara Eropa Tengah dan Timur.
Walaupun telah berkembang menjadi bank besar dengan layanan investasi, korporasi, dan digital banking, akar sejarahnya tetap berasal dari gerakan koperasi yang dipelopori Raiffeisen di desa-desa Jerman.
Di luar Eropa, perjalanan Credit Union mengambil jalur yang berbeda.
Ketika gagasan ini menyebar ke Kanada melalui Alphonse Desjardins dan ke Amerika Serikat dengan dukungan pengusaha Edward Filene, lembaga ini berkembang sebagai koperasi keuangan komunitas yang berdiri sejajar dengan sistem perbankan, bukan berubah menjadi bank.
Baca Juga: Dibalik Martabat Akademik yang Teruji, Ada Tukin yang Terlalu Lama Tertunda
Hingga kini banyak Credit Union di Amerika Utara tetap mempertahankan struktur komunitas yang kuat—dimiliki oleh anggota, melayani anggota, dan berfokus pada kebutuhan lokal.
Gerakan ini kemudian membentuk jaringan global yang dikoordinasikan oleh World Council of Credit Unions (WOCCU).
Saat ini terdapat lebih dari 67.000 Credit Union di lebih dari 100 negara, melayani sekitar 412 juta anggota dengan total aset mencapai triliunan dolar.