ekonomi

Revolusi Sunyi dari Pedesaan di Jerman yang Mengubah Dunia Keuangan

Selasa, 10 Maret 2026 | 08:03 WIB
Credit Union terbesar dunia ada di Amerika Serikat, Navy Federal Credit Union, melayani lebih dari 13 juta anggota dengan layanan digital dan keuangan yang setara dengan bank besar. Foto: istimewa.

Beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi lembaga keuangan raksasa.

Di Amerika Serikat, Navy Federal Credit Union melayani lebih dari 13 juta anggota dengan layanan digital dan keuangan yang setara dengan bank besar.

Di Kanada, Desjardins Group mengelola aset ratusan miliar dolar dan menjadi salah satu institusi finansial paling stabil di Amerika Utara.

Alphonse Desjardins (1854–1920) mengawali gerakan credit union  pertama di Amerika Utara pada tahun 1900 di Lévis, Quebec. Foto: istimewa.

Gagasan ini akhirnya sampai ke Indonesia pada akhir 1960-an. Seorang imam Jesuit asal Jerman, Karl Albrecht, membantu memperkenalkan konsep Credit Union melalui pendirian pusat pengembangan gerakan tersebut di Jakarta pada tahun 1969.

Dari kelompok-kelompok kecil masyarakat desa, Credit Union kemudian berkembang di berbagai wilayah Indonesia—terutama di daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan.

Baca Juga: Menanam Kawat Tembaga di Tanah: Solusi atau Masalah Baru bagi Pertanian?

Namun di balik jaringan global yang kini melayani ratusan juta orang, esensi Credit Union tetap sama seperti yang dibayangkan Raiffeisen lebih dari satu abad lalu.

Bahwa sistem keuangan tidak selalu harus lahir dari pusat kekuasaan atau gedung-gedung tinggi di kota besar.

Kadang-kadang, ia bermula dari desa kecil—dari petani yang menabung sedikit demi sedikit, dari kepercayaan yang tumbuh di antara tetangga, dan dari keyakinan sederhana bahwa ketika manusia saling percaya, mereka dapat mengubah nasibnya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini