lingkungan

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB
Air terbaik dari sumber alami. Foto: pixabay.

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Air merupakan unsur paling mendasar bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Sekitar 60–70 persen tubuh manusia terdiri dari air, dan hampir semua proses biologis memerlukan air sebagai media reaksi.

Tanaman pangan, hewan ternak, serta berbagai aktivitas ekonomi juga sangat bergantung pada ketersediaan air. Oleh karena itu, air tidak hanya menjadi kebutuhan dasar manusia tetapi juga penopang utama sistem kehidupan dan pembangunan.

Baca Juga: Ironi Air: Dari Kelimpahan yang Menipu hingga Masa Depan yang Diperebutkan

Secara alami jumlah air di bumi relatif tetap karena mengikuti siklus hidrologi, yaitu proses perputaran air dari laut, atmosfer, daratan, hingga kembali lagi ke laut.

Prinsip ini sejalan dengan hukum kekekalan massa dalam ilmu pengetahuan alam, yang menyatakan bahwa materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya berubah bentuk.

Baca Juga: Perkenalkan, Namaku Perda Ekonomi Hijau

Namun dalam praktiknya, manusia sering menggunakan air tanpa manajemen yang baik. Air hujan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru sering dibiarkan mengalir begitu saja menuju sungai dan laut tanpa dimanfaatkan secara optimal.

Akibatnya, muncul paradoks air yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah: banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak wilayah mengalami peningkatan intensitas hujan ekstrem akibat perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan.

Baca Juga: Ketika AI Berbalik Menjadi Algojo, Memburu Jejak Judol... Hmm....Bangga Indonesia.

Kota-kota besar dipenuhi permukaan kedap air seperti beton dan aspal, sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah.

Air yang seharusnya menjadi cadangan air tanah justru berubah menjadi limpasan permukaan yang memicu banjir.

Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, cadangan air tanah tidak cukup karena air hujan sebelumnya tidak tersimpan di dalam tanah. Kondisi ini menyebabkan krisis air bersih di berbagai daerah.

Di kawasan perkotaan, kebutuhan air bersih umumnya dipenuhi oleh perusahaan air minum yang mengolah air sungai. Namun banyak sungai saat ini telah tercemar oleh limbah domestik, industri, dan pertanian.

Halaman:

Tags

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB