• Sabtu, 18 April 2026

Atap Ramah Lingkungan dari Limbah Plastik, Harapan Baru bagi Hunian Sehat Wartawan

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Selasa, 7 April 2026 | 10:18 WIB
Pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan bangunan menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup. Foto: Istimewa.
Pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan bangunan menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup. Foto: Istimewa.

 

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Program “Ganti Atap Rumah Wartawan” yang diinisiasi PT Sirkular Karya Indonesia bersama Promedia Group mulai menunjukkan dampak nyata. Di Desa Mekarjaya, Bogor, seorang wartawan bernama Wawah kini merasakan perubahan besar setelah atap rumahnya diganti dari asbes ke material ramah lingkungan, Alduro.

Baca Juga: Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Proses pengerjaan berjalan cepat. “Kami menurunkan sekitar enam hingga tujuh pekerja agar pengerjaan bisa lebih cepat rampung,” ujar Njunaedi, kepala tukang. Faktor cuaca turut membantu. “Cuaca mendukung, jadi pengerjaan bisa selesai lebih cepat,” kata Nana, salah satu pekerja.

Baca Juga: Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Namun lebih dari sekadar renovasi, perubahan ini membawa dampak kesehatan dan kenyamanan. “Kami sangat berterima kasih kepada PT SKI yang telah membantu mengganti atap asbes yang sudah bocor dengan atap Alduro,” ungkap Wawah. Ia juga menambahkan, “Kini plafon juga sudah terpasang. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT SKI karena rumah saya menjadi lebih layak dan nyaman.”

Baca Juga: Di Balik Sajian Laut Lezat, Perjuangan Sunyi Nelayan Indonesia

Alduro bukan sekadar bahan bangunan. Material ini dibuat dari limbah plastik yang diolah melalui konsep ekonomi sirkular—sebuah pendekatan yang mengubah sampah menjadi produk bernilai guna. Di tengah persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan, inovasi ini menjadi solusi nyata.

Baca Juga: Koperasi Raksasa Dunia Bukti Nyata Bukan Sekadar Usaha Kecil

Selain ramah lingkungan, Alduro juga unggul secara fungsional. Atap setebal 5 mm ini mampu meredam panas dan suara, menciptakan ruang yang lebih sejuk. “Setelah diganti, ruangan terasa lebih adem,” ujar Wawah. Produk ini juga bebas dari kandungan berbahaya, berbeda dengan asbes yang berisiko bagi kesehatan pernapasan.

Baca Juga: Pulangnya Sang Penjaga Damai dari Tanah Lebanon

Bagi Sugiarto Romeli, program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga edukasi. Pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan bangunan menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup.

Di balik atap baru itu, tersimpan harapan: rumah yang lebih sehat, lingkungan yang lebih bersih, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB
X