JOGJA.24JAMNEWS.COM - Di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat, pemerintah memilih jalan kolaborasi.
Bukan hanya mengandalkan anggaran negara, tetapi juga merangkul sektor swasta untuk bergerak bersama. Targetnya jelas: mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: Pulangnya Sang Penjaga Damai dari Tanah Lebanon
Langkah ini mendapat dorongan langsung dari Prabowo Subianto. Dalam rapat di Istana Kepresidenan, arah kebijakan ditegaskan—perumahan rakyat harus menjadi prioritas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan optimisme tersebut dengan nada penuh keyakinan.
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden, dan ada dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Serat Untuk Rakyat, Menata Ulang Tanah Sultan di Gunungkidul
Di balik rencana besar ini, pemerintah tak hanya berbicara soal pembangunan, tetapi juga strategi. Lahan-lahan milik negara menjadi tumpuan utama, terutama yang berada di lokasi strategis. Salah satunya adalah aset milik PT Kereta Api Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.
Namun, cerita tidak berhenti pada negara. Dunia usaha turut masuk dalam skema gotong royong ini melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu komitmen datang dari Astra International.
Baca Juga: Syawalan Penuh Makna, Semoga Kabupaten Gunungkidul Senantiasa Diberkahi
“Kemudian, di beberapa lokasi kami juga mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan. Misalnya dari Astra, yang sudah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun,” kata Ara.
Skemanya sederhana, tetapi strategis: pemerintah menyediakan lahan, sementara pihak swasta membangun. Setelah selesai, hunian tersebut akan diserahkan kepada negara untuk dimanfaatkan bagi masyarakat.
Baca Juga: Pulang dalam Sunyi, Dua Prajurit Disambut Tangis Yogyakarta
“Jadi, lahannya akan kami siapkan, kemudian yang membangun nanti Astra, dan setelah itu diserahkan kepada negara,” ucapnya.