• Sabtu, 18 April 2026

Aset Besar, Harapan Besar: Membaca Angka dengan Nalar Publik

Photo Author
Kianto Atmojo, Jogja 24 Jam
- Sabtu, 11 April 2026 | 15:04 WIB
Presiden Prabowo: total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Foto: BPMI Setperes.
Presiden Prabowo: total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Foto: BPMI Setperes.

 JOGJA.24JAMNEWS.COM - Pernyataan Prabowo Subianto tentang penyelamatan keuangan negara menghadirkan optimisme sekaligus ruang refleksi. Dalam acara resmi di Jakarta, Presiden menyampaikan capaian yang tidak kecil—baik dalam bentuk uang tunai maupun aset negara.

“Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga: Geger Sapehi ke Mahkamah Internasional, Menggugat Ingatan yang Dirampas

Angka itu bersifat likuid. Artinya, dana tersebut bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan publik. Presiden pun menggambarkan potensi penggunaannya, terutama untuk sektor pendidikan yang selama ini menghadapi banyak keterbatasan.

“Tahun lalu kita baru berhasil memperbaiki 17.000 sekolah, berarti uang ini bisa dua kali lipat APBN,” tuturnya.

Lebih jauh, ia juga menyinggung kemungkinan dampaknya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Unik! Komunitas Agus Gelar Syawalan, Semua Peserta Wajib Punya Unsur Nama “Agus”

“Bisa juga dibayangkan kalau membantu renovasi rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah ini dapat memperbaiki 500.000 rumah lebih.”

Gambaran tersebut menghadirkan harapan—bahwa hasil penyelamatan keuangan negara bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas. Namun, capaian itu tidak berhenti pada uang tunai.

Pemerintah juga menyampaikan keberhasilan penguasaan kembali aset negara berupa kawasan hutan dengan nilai sekitar Rp370 triliun.

Baca Juga: SAE Pujon dan Jalan Sunyi Koperasi di Negeri yang Melupakannya

“Satgas ini berhasil melakukan penguasaan kembali aset negara… sekitar Rp370 triliun… hampir 10 persen dari APBN,” jelas Presiden.

Di sinilah narasi menjadi lebih kompleks. Berbeda dengan Rp31,3 triliun yang dapat langsung digunakan, Rp370 triliun merupakan nilai aset—potensi kekayaan negara yang telah diamankan, tetapi belum berbentuk dana siap pakai.

Baca Juga: HB II Sesudah Penyerbuan: Yang Diambil Bukan Hanya Tahta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kianto Atmojo

Tags

Terkini

Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 | 10:47 WIB

Dorrr, Indonesia Punya Pabrik Mobil

Jumat, 10 April 2026 | 05:46 WIB

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB

Negara Hadir Jaga Anak Digital

Rabu, 1 April 2026 | 01:20 WIB

Langkah Sunyi di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:58 WIB

Semangat Taruna Indonesia di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB
X