Masih dalam suasana bulan Syawal, tradisi halal bihalal atau syawalan kembali digelar oleh komunitas Agus Bumi Indonesia (ABI). Namun, ada yang berbeda dari acara syawalan kali ini. Seluruh peserta yang hadir diwajibkan memiliki unsur nama “Agus”. Mulai dari Agus, Agustinus, Agustina, Agustin, hingga nama lain yang mengandung kata “Agus”, semuanya dipersilakan bergabung.
Komunitas yang telah berdiri selama 9 tahun ini memang dikenal unik karena menghimpun anggota berdasarkan kesamaan nama. Setiap tahunnya, ABI rutin mengadakan kegiatan syawalan sebagai ajang silaturahmi antaranggota. Tahun ini, acara akan diselenggarakan di Teras Masra, barat POM Bensin Gambiran, Yogyakarta, pada Minggu, 19 April 2026, mulai pukul 17.00 WIB.
Panitia pelaksana, Agus Widya, menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk siapa saja yang memiliki unsur nama “Agus”. “Kami mengajak seluruh teman-teman yang bernama Agus untuk hadir. Ini adalah momen untuk mempererat silaturahmi agar tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga: Komunitas Agus Bumi Indonesia Bagikan Ratusan Takjil di Sekitar Tugu Yogyakarta
Tak hanya sekadar berkumpul dan bermaaf-maafan, acara syawalan ABI juga akan dimeriahkan dengan hiburan musik. Para peserta bahkan diberi kesempatan untuk tampil dan bernyanyi bersama. Selain itu, panitia juga menyiapkan puluhan doorprize menarik yang siap dibagikan kepada peserta yang beruntung.
Bagi masyarakat yang ingin ikut serta, pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi panitia di nomor 0817-5454-645.
Komunitas Agus Bumi Indonesia sendiri didirikan pada 21 Juni 2016, berangkat dari kesamaan nama yang kemudian berkembang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat. Fenomena komunitas berbasis nama ini bukan hal baru di Indonesia, serupa dengan komunitas bernama Sugeng, Asep, hingga Endang.
Meski terkesan sederhana, kesamaan nama justru menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar anggota. ABI pun aktif menggelar berbagai kegiatan, mulai dari program budaya hingga bakti sosial yang menyentuh masyarakat luas.
Dalam menjalankan aktivitasnya, ABI berpegang pada empat pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, serta seni dan budaya. Keempat pilar ini menjadi landasan dalam setiap program yang dijalankan komunitas.
Secara visi, ABI ingin menjadi wadah persaudaraan bagi sesama “Agus” dengan menjunjung tinggi kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Lebih dari itu, komunitas ini juga berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara umum.