• Sabtu, 18 April 2026

HB II Sesudah Penyerbuan: Yang Diambil Bukan Hanya Tahta

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Sabtu, 11 April 2026 | 13:06 WIB

 

JOGJA.24JAMNEWS.COM -Serangan ke keraton itu tidak berhenti pada jatuhnya kekuasaan.Ada hal lain yang ikut hilang—dan mungkin justru lebih dalam maknanya.

Setelah penyerbuan di bawah kendali itu, Keraton Yogyakarta bukan hanya dikuasai. 

Ia dibuka. 

Ia dimasuki. 

Lalu dikeluarkan isinya.

Benda-benda berharga diambil.

Simbol-simbol kekuasaan dipindahkan.

Baca Juga: Geger Sapehi ke Mahkamah Internasional, Menggugat Ingatan yang Dirampas

Dan yang paling jarang dibicarakan—ribuan naskah dan karya sastra Jawa turun tumurun, turut dibawa pergi.

Di titik ini, kita mulai melihat bahwa yang terjadi bukan sekadar operasi militer. Ini adalah penguasaan yang lebih luas.

Bukan hanya atas wilayah, tetapi juga atas ingatan.

Karena keraton bukan sekadar bangunan. Ia adalah pusat pengetahuan, tradisi, dan cara pandang. Apa yang tersimpan di dalamnya bukan hanya milik satu raja, tetapi bagian dari warisan yang lebih besar.

Baca Juga: SAE Pujon dan Jalan Sunyi Koperasi di Negeri yang Melupakannya

Dan ketika itu diambil, yang hilang bukan hanya benda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X