• Sabtu, 18 April 2026

Pulangnya Sang Penjaga Damai dari Tanah Lebanon

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Senin, 6 April 2026 | 15:48 WIB
Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih menjadi simbol pengabdian panjang seorang putra daerah Kulon Progo untuk bangsa dan dunia. Foto: Dok. Pemkab Kulonprogo.
Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih menjadi simbol pengabdian panjang seorang putra daerah Kulon Progo untuk bangsa dan dunia. Foto: Dok. Pemkab Kulonprogo.

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Langit Dusun Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Minggu pagi (5/4/2026), terasa lebih muram dari biasanya.

Isak haru keluarga dan warga mengiringi prosesi pelepasan jenazah Kopda Anumerta Farizal Romadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Baca Juga: Pulang dalam Sunyi, Dua Prajurit Disambut Tangis Yogyakarta

Di rumah duka, suasana khidmat menyelimuti upacara militer yang digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir. Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih menjadi simbol pengabdian panjang seorang putra daerah Kulon Progo untuk bangsa dan dunia.

Farizal adalah prajurit Yonif 113/Jaya Sakti yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL. Ia mengemban tugas di wilayah rawan konflik Lebanon Selatan.

Baca Juga: Tiga Prajurit Gugur, Indonesia Menangis dalam Balutan Merah Putih

Dalam misi tersebut, ia dinyatakan gugur di UNP 7-1, Desa Adchit al-Qusayr, pada Minggu dini hari (29/3/2026), saat menjalankan amanah sebagai penjaga perdamaian.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Dalam amanatnya, ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian prajurit terbaik TNI tersebut.

“Saya atas nama pemerintah, TNI, dan seluruh hadirin yang ada di sini, mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Marilah kita bersama-sama memanjatkan doa ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga segala kesalahan, kekhilafan, serta dosa almarhum diampuni, dan amal baktinya diterima di sisi-Nya,” tuturnya.

Setelah prosesi penyerahan dari keluarga kepada negara, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates.

Baca Juga: Tiga Pahlawan Gugur, Negara Berjuang Pulangkan dalam Konflik Memanas

Di sana, Farizal dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan—sebuah penghargaan atas jasa dan pengorbanannya di kancah internasional.

Kepergian Farizal meninggalkan duka mendalam, namun juga kebanggaan. Bagi masyarakat Kulon Progo, ia bukan sekadar prajurit, melainkan simbol keberanian dan pengabdian tanpa batas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X