JOGJA.24JAMNEWS.COM - Malam di Bandara Adisutjipto, Sabtu (4/4/2026), terasa berbeda. Bukan hiruk-pikuk kedatangan biasa, melainkan suasana haru yang menyelimuti setiap sudut landasan.
Tepat pukul 21.20 WIB, dua jenazah prajurit terbaik bangsa tiba, membawa pulang kisah pengabdian yang tak akan pernah dilupakan.
Baca Juga: Tiga Prajurit Gugur, Indonesia Menangis dalam Balutan Merah Putih
Mereka adalah Serka Anumerta M. Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, anggota Satgas UNIFIL RI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Kepulangan mereka disambut dengan upacara militer penuh khidmat—sebuah penghormatan terakhir atas dedikasi yang telah mereka berikan untuk negeri, bahkan hingga hembusan napas terakhir.
Di tengah suasana duka, hadir langsung Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi jajaran Forkopimda DIY.
Baca Juga: Di Antara Denting Perang, Agnez Mo Menemukan Wajah Lain Dubai
Kehadiran para pemimpin daerah itu menjadi simbol bahwa pengorbanan kedua prajurit ini bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik seluruh rakyat.
Peti jenazah yang terbalut bendera Merah Putih tampak diturunkan dengan penuh kehati-hatian. Setiap langkah para prajurit pengiring seolah menjadi bahasa tanpa kata—menghormati, mengenang, sekaligus mengantarkan dua pahlawan menuju peristirahatan terakhirnya.
Baca Juga: Koperasi Raksasa Dunia Bukti Nyata Bukan Sekadar Usaha Kecil
Tak ada sorak, tak ada tepuk tangan. Yang terdengar hanya doa-doa lirih dan isak yang tertahan. Malam itu, Yogyakarta seakan ikut berduka.
Setelah prosesi penyambutan di bandara, jenazah keduanya akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing, di Magelang dan Kulon Progo. Di sanalah mereka akan dimakamkan secara militer, kembali ke tanah yang mereka bela dengan penuh kehormatan.
Baca Juga: Jika HB II Begitu Berpengaruh, Mengapa Tidak Digunakan Sejak Awal?
“Selamat jalan para prajurit bangsa. Beristirahatlah dalam damai. Jasa dan pengabdianmu akan terus hidup, abadi dalam ingatan seluruh masyarakat, terpatri dalam kehormatan negeri.”