nasional

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB
Brian Yuliarto: Kampus didorong untuk tidak hanya meneliti, tetapi juga menawarkan solusi konkret. Foto: Istimewa

Instruksi agar fakultas planologi membantu pemerintah daerah menata ruang juga membuka peluang sekaligus tantangan.

Baca Juga: Pengukuhan Suryo Ndadari Perkuat Sinergi Pelayanan Publik Sleman

Selama ini, banyak kota tumbuh tanpa arah yang jelas—perumahan berdiri di lahan rawan banjir, kawasan hijau tergerus perlahan. 

Menjadikan wilayah sebagai “laboratorium hidup” bagi mahasiswa bisa menjadi terobosan. 

Mahasiswa belajar dari realitas, daerah mendapat gagasan segar. Tetapi, tanpa komitmen kepala daerah, hasilnya bisa kembali menjadi laporan akademik yang berdebu.

Baca Juga: HB II, Satu Nama Mulai Muncul dari Balik Layar

Di balik optimisme itu, ada kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan ritme. Dunia akademik bekerja dengan waktu yang panjang—mengumpulkan data, menguji hipotesis, menyusun kesimpulan. 

Sementara itu, dunia kebijakan sering menuntut hasil cepat, bahkan instan. Ketegangan antara keduanya bukan hal baru. Yang baru adalah keberanian untuk mencoba menjembataninya.

Baca Juga: Tiga Pahlawan Gugur, Negara Berjuang Pulangkan dalam Konflik Memanas

Program tiga juta rumah pada akhirnya akan diuji bukan oleh jumlah riset yang dihasilkan, tetapi oleh berapa banyak keluarga yang benar-benar mendapat

Kampus bisa menjadi katalis penting, tetapi bukan satu-satunya jawaban. Tanpa keberanian membenahi tata kelola, memperjelas regulasi, dan menekan spekulasi lahan, riset hanya akan menjadi pelengkap narasi.

Baca Juga: Koperasi Raksasa Dunia Bukti Nyata Bukan Sekadar Usaha Kecil

Langkah melibatkan perguruan tinggi patut diapresiasi sebagai upaya membuka pintu kolaborasi yang lebih luas. Namun, seperti banyak kebijakan besar lainnya, tantangannya bukan pada ide, melainkan pada konsistensi menjalankannya.

Di situlah publik akan menunggu—bukan sekadar janji tiga juta rumah, tetapi bukti bahwa negara benar-benar hadir, dari ruang kelas hingga ke fondasi rumah yang nyata.

Halaman:

Tags

Terkini

Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 | 10:47 WIB

Dorrr, Indonesia Punya Pabrik Mobil

Jumat, 10 April 2026 | 05:46 WIB

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB

Negara Hadir Jaga Anak Digital

Rabu, 1 April 2026 | 01:20 WIB

Langkah Sunyi di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:58 WIB

Semangat Taruna Indonesia di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB