JOGJA.24JAMNEWS.COM - Film "Para Perasuk" mencatat pencapaian di jalur festival internasional. Karya terbaru sutradara Wregas Bhanuteja ini resmi masuk seleksi Miami Film Festival ke-43 dan akan berkompetisi dalam program Marimbas Award.
Kabar ini sekaligus menandai festival ketiga bagi Para Perasuk. Partisipasi di festival internasional tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi film ini untuk menjangkau penonton global.
Baca Juga: Jogja Trade Market Fest 2026: Thrifting, Kuliner, dan Konser dalam Satu Festival!
Film drama ini mengangkat kisah Desa Latas, sebuah desa kecil yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan. Tradisi tersebut telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.
Cerita berpusat pada Bayu, pemuda berusia 20 tahun yang bercita-cita menjadi Perasuk utama. Ambisinya muncul ketika mata air keramat—tempat para Perasuk dipercaya mendapatkan roh—terancam digusur.
Bayu pun berencana menggelar pesta kerasukan besar untuk mengumpulkan dana demi menebus kembali mata air tersebut. Namun dalam prosesnya, ia menyadari bahwa tekad saja tidak cukup untuk menjadi Perasuk sejati, sekaligus melindungi desa yang ia cintai.
Baca Juga: Jreng..! Rina Nose Berubah Wajah Ditangan Dokter Tompi
Film ini menghadirkan sejumlah aktor populer seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta Anggun C. Sasmi.
Menariknya, film ini juga menjadi pengalaman pertama Anggun bermain dalam film layar lebar Indonesia. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta beberapa hari lalu, Anggun menjelaskan bahwa keputusannya terlibat dalam film tersebut dipengaruhi oleh kekagumannya pada karya-karya Wregas sebelumnya.
Baca Juga: 8,2 Juta Pemudik Diprediksi Masuk DIY Saat Lebaran
Menurut Anggun, sebelum menerima tawaran tersebut ia lebih dulu menonton beberapa film sang sutradara. Dari situ ia merasa proyek ini memiliki kualitas cerita dan visi yang kuat.
Dalam film Para Perasuk, Anggun memerankan tokoh guru bernama Asr yang dikenal tegas dan disiplin. Untuk mendalami karakter tersebut, ia mencoba mengingat kembali sosok ayahnya semasa hidup.
Baca Juga: Cuti Melahirkan, Perlindungan yang Berbalik Menjadi Beban
Ia mengaku banyak mengambil inspirasi dari cara sang ayah berkomunikasi—tenang, tidak banyak gerakan, namun memiliki tatapan yang kuat dan kata-kata yang langsung mengena. Pendekatan itu kemudian ia gunakan saat membangun karakter dalam film tersebut.