JOGJA.24JAMNEWS.COM -- Meski telah 31 tahun berpulang, nama Nike Ardilla tetap hidup di hati para penggemarnya. Penyanyi legendaris Indonesia ini meninggal dunia pada 19 Maret 1995 akibat kecelakaan mobil di Bandung. Hingga kini, sosoknya masih dikenang sebagai salah satu ikon musik Tanah Air yang tak tergantikan.
Menariknya, jumlah penggemar Nike Ardilla justru terus bertambah dari tahun ke tahun. Para fans yang tergabung dalam Nike Ardilla Fans Club (NAFC) secara konsisten menggelar berbagai kegiatan untuk mengenang sang idola. Salah satu agenda rutin yang selalu dilaksanakan adalah ziarah ke makam Nike Ardilla.
Tahun ini menjadi peringatan Haul ke-31 wafatnya Nike Ardilla. Seperti tradisi sebelumnya, para penggemar dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Malaysia, akan hadir di makam Nike yang berada di Desa Imbanagara, Ciamis, Jawa Barat.
Para fans datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kereta api, hingga kendaraan pribadi dan sepeda motor. Semangat mereka menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap Nike Ardilla tidak pernah pudar.
Peringatan Haul ke-31 Nike Ardilla dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini didukung oleh pihak keluarga dan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata setempat.
Perwakilan NAFC dari berbagai daerah dipastikan hadir, termasuk dari Yogyakarta. Rombongan NAFC Yogyakarta direncanakan berangkat pada Sabtu, 11 April 2026 menuju Ciamis untuk mengikuti rangkaian acara.
Setelah ziarah dan doa bersama di makam pada Minggu paginya, para peserta akan melanjutkan kegiatan di Aula Dinas Pendidikan Ciamis.
Berbagai acara telah disiapkan, mulai dari pemutaran film dokumenter Nike Ardilla, pemberian cenderamata, santunan untuk anak yatim, hingga hiburan dari para talent NAFC.
Baca Juga: Syawalan Rock, Silaturahmi Musisi dan Penikmat Musik Rock di Jogja
Widi Nugroho, perwakilan panitia NAFC Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan ziarah bersama ini sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun, setelah sempat vakum beberapa tahun, kegiatan kembali dikoordinasikan secara lebih terstruktur.
“Bagi saya, ini merupakan ziarah perdana. Kesempatan ini sudah saya tunggu sejak lama, dan Alhamdulillah tahun ini bisa terwujud,” ujar Widi.
Dalam beberapa waktu terakhir, NAFC Yogyakarta juga mulai aktif membenahi organisasi. Dengan kepengurusan baru, mereka telah menjalankan berbagai program, mulai dari pertemuan rutin hingga event tribute Nike Ardilla di ruang publik, seperti kawasan Malioboro dan beberapa kafe di Yogyakarta.
Ketua komunitas NAFC Yogyakarta, Bari, berharap organisasi ini dapat menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antar penggemar, sekaligus ruang kreatif untuk menyalurkan bakat para pecinta almarhumah Nike Ardilla.