jogja

HB II  Ketika Ketegasan Ternyata Tidak Menyelesaikan Segalanya

Rabu, 8 April 2026 | 11:04 WIB

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Keputusan besar sering memberi kesan tegas. Seolah-olah setelah itu, segalanya menjadi jelas dan terkendali.

Namun dalam kasus Danerejo 2, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Langkah keras yang diambil terhadap pihak dalam, memang menunjukkan satu hal, garisnya jelas, tidak ada ruang kompromi. Tapi ternyata, justru di situlah persoalan baru mulai muncul.

Baca Juga: Sri Sultan Hamengku Buwono II, Sejarah yang Terlambat Diakui

Karena kekuasaan ternyata tidak cukup berjalan hanya dengan ketegasan— melainkan juga bergerak melalui kepercayaan.

Dan ketika keputusan ekstrem diambil di dalam lingkar kekuasaan sendiri, dampaknya tidak berhenti pada satu titik. Ia menyebar. Diam-diam, tapi nyata.

Baca Juga: Tiga Kali Naik Turun Tahta, HB II, Melawan Tanpa Henti, Tanpa Kompromi

Rasa takut bisa muncul. Kecurigaan bisa tumbuh.

Dan jarak—yang sebelumnya tidak terasa—perlahan terbentuk.

Di lingkungan keraton, ini bukan hal kecil.

Baca Juga: HB II, Selalu Dianggap Ancaman, Bahkan Ketika Sudah Dibuang

Alih-alih meredam, situasi bisa menjadi semakin rapuh. Bukan karena keputusan itu salah, tetapi karena konsekuensinya lebih luas dari yang terlihat.

Di sisi lain, kekuasaan kolonial (Thomas Stamford Raffles) justru membaca situasi ini dengan cara yang berbeda.

Ketegasan HB II mungkin tidak melemahkan mereka secara langsung. Tetapi jika di dalam keraton sendiri mulai muncul ketegangan, maka itu membuka ruang baru—ruang yang bisa dimanfaatkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB