Di sinilah ironi itu kembali muncul.
Sebuah keputusan yang dimaksudkan untuk menutup celah…justru berpotensi menciptakan celah yang lain.
Baca Juga: HB II Dipanggil Kembali, Tapi Bukan Karena Dimaafkan
Bukan karena niatnya keliru, tetapi karena realitas kekuasaan memang tidak pernah sederhana.
Dan mungkin, di titik ini kita mulai melihat bahwa perlawanan bukan hanya soal keberanian mengambil sikap.
Tetapi juga soal bagaimana menghadapi dampak dari sikap itu sendiri.
Baca Juga: HB II dan Tangan-Tangan di Balik Layar
Lalu pertanyaannya menjadi semakin sulit:
Apakah ketegasan selalu memperkuat kekuasaan… atau dalam kondisi tertentu, justru membuatnya semakin rentan?
BERSAMBUNG