jogja

Bupati Gunungkidul Tegaskan Toleransi Lewat Pembangunan Gereja GPDI Balong

Selasa, 14 April 2026 | 09:00 WIB
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan Kementerian Agama. Foto: dok. Pemkab Gunungkidul.

JOGJA.24JAMNEWS.CO. - Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Balong, Gunungkidul, saat pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) resmi dimulai, Senin (13/4/2026).

Prosesi peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni, melainkan simbol harapan akan tumbuhnya ruang ibadah yang memperkuat iman sekaligus merawat harmoni sosial.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan Kementerian Agama. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Baca Juga: Pemda DIY Terapkan WFH Rabu untuk Transformasi Budaya Kerja ASN

“Pembangunan gereja ini bukan hanya tentang mendirikan sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan penguatan nilai-nilai keimanan serta kehidupan sosial masyarakat,” ujar Bupati Endah.

Baginya, “Bumi Handayani” harus menjadi ruang aman bagi semua warga untuk menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir. Ia menegaskan bahwa konstitusi telah menjamin kebebasan beragama, dan tidak boleh ada praktik intoleransi di wilayah yang dipimpinnya.

Baca Juga: Simposium Budaya Jawa Soroti Tata Ruang dan Filosofi Yogyakarta

Semangat serupa disampaikan oleh Plt. Pembimas Kristen Kanwil Kemenag DIY, Abdul Suud. Ia menilai pembangunan rumah ibadah memiliki makna yang lebih luas dari sekadar fungsi fisik.

“Bahwa momentum ini sangat istimewa karena dilaksanakan tak lama setelah peringatan hari raya Paskah,” ujarnya.

Ia menambahkan, gereja diharapkan menjadi pusat pembinaan iman, pendidikan karakter, dan penguatan nilai sosial melalui semangat tolong-menolong.

Baca Juga: Syawalan Trah Hamengku Buwono II, Antara Kenangan dan Tanggung Jawab

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukhatib, memastikan kehadiran negara dalam menjamin hak beribadah setiap warga.

“Proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa ada kendala sosial sehingga kualitas keimanan umat terus terpupuk dengan baik,” katanya.

Baca Juga: Urban Farming: Nafas Baru Makan Bergizi Gratis dari Jantung Kota Yogyakarta

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB