• Sabtu, 18 April 2026

Bersiap Hadapi El Niño “Godzilla”: Sedia Payung Sadurunge Udan

Photo Author
Kianto Atmojo, Jogja 24 Jam
- Rabu, 8 April 2026 | 23:49 WIB
Ilustrasi: ai
Ilustrasi: ai

Selain itu, kualitas udara di kota juga bisa menurun, terutama jika terjadi kebakaran hutan di wilayah lain. Polusi dan suhu tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Di Balik Sajian Laut Lezat, Perjuangan Sunyi Nelayan Indonesia

Bagi para pelaku lalu lintas—pengendara motor, sopir, dan pekerja lapangan—El Niño membawa tantangan tersendiri.

Paparan sinar matahari yang lebih terik dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kulit seperti iritasi, kulit terbakar (sunburn), dan penuaan dini. Dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet berlebih juga meningkatkan risiko penyakit kulit.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting. Bagi masyarakat perkotaan, penggunaan AC perlu disikapi bijak: atur suhu tidak terlalu rendah, gunakan ventilasi alami jika memungkinkan, dan hemat listrik untuk menghindari pemborosan energi.

Baca Juga: Serat Untuk Rakyat, Menata Ulang Tanah Sultan di Gunungkidul

Menanam pohon dan memperbanyak ruang hijau juga menjadi solusi jangka panjang untuk menurunkan suhu lingkungan.

Bagi pengguna jalan, perlindungan diri menjadi keharusan. Gunakan jaket, helm, sarung tangan, serta pelindung wajah.

Menggunakan tabir surya (sunscreen), minum cukup air, dan menghindari aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.

Baca Juga: Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Di sisi lain, bagi petani, adaptasi tetap menjadi kunci. Beralih ke tanaman tahan kering, mengatur pola tanam, serta mengelola air dan hasil panen secara bijak adalah langkah penting.

Air hujan perlu dipanen melalui tandon atau embung, sementara hasil panen harus disimpan dengan baik agar tahan lama.

Pemerintah pun harus hadir dengan kebijakan yang nyata: memperkuat infrastruktur air, menjaga stabilitas energi, serta memastikan informasi cuaca sampai ke masyarakat secara jelas. Tanpa itu, masyarakat akan terus berada dalam posisi rentan.

Baca Juga: Di Antara Denting Perang, Agnez Mo Menemukan Wajah Lain Dubai

Lebih dari itu, El Niño mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam. Kerusakan lingkungan hanya akan memperparah dampak kekeringan. Alam yang terjaga justru menjadi penyangga kehidupan saat krisis datang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kianto Atmojo

Tags

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB
X