• Sabtu, 18 April 2026

Dari Istana ke PIAT UGM: Menguji Strategi Mikro Pengolahan Sampah

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Kamis, 19 Februari 2026 | 12:19 WIB
UGM memperlihatkan bahwa kampus bisa berperan lebih dari pusat riset. Foto: Istimewa.
UGM memperlihatkan bahwa kampus bisa berperan lebih dari pusat riset. Foto: Istimewa.

Benang merahnya semakin tegas. Jika sebelumnya pemerintah memulai dengan korve nasional sebagai disiplin sosial, lalu mendorong teknologi mikro sebagai disiplin sistem, maka kunjungan ke PIAT menjadi tahap validasi: apakah model ini siap diturunkan secara luas.

UGM memperlihatkan bahwa kampus bisa berperan lebih dari pusat riset.

Baca Juga: Prostesis Panggul untuk Gerak Shalat, Riset Undip Raih Penghargaan Nasional

Model pengolahan sederhana bahkan telah dibagikan ke komunitas sekitar, menunjukkan bahwa solusi bisa didiseminasikan, bukan disimpan.

Kampus menjadi laboratorium hidup—tempat teknologi diuji, disempurnakan, lalu direplikasi.

Namun tantangannya ada pada skala. Model PIAT berjalan dengan manajemen terpusat dan sumber daya yang relatif terkendali.

Di PIAT UGM, seluruh sampah dari kawasan kampus serta sejumlah hotel, rumah sakit, dan lingkungan sekitar dikumpulkan dan diproses terpusat.  Foto: Istimewa.
Di PIAT UGM, seluruh sampah dari kawasan kampus serta sejumlah hotel, rumah sakit, dan lingkungan sekitar dikumpulkan dan diproses terpusat. Foto: Istimewa.

Ketika konsep ini diturunkan ke ribuan kelurahan, faktor tata kelola menjadi penentu.

Tanpa standarisasi, pelatihan operator, dan pengawasan lingkungan yang konsisten, teknologi mikro berisiko berjalan parsial.

Baca Juga: UGM Menjaga Nurani di Tengah Laju AI

Pemerintah tampaknya membaca tantangan itu. Dalam rapat koordinasi sebelumnya, Kemdiktisaintek menekankan konsolidasi dan standarisasi inovasi kampus agar siap dihilirisasi dan diadopsi pemerintah daerah sesuai karakter wilayahnya.

Kunjungan ke PIAT mengirim pesan simbolik sekaligus strategis: perang melawan sampah tidak hanya dibicarakan di ruang rapat.

Ia diuji di lapangan. Dari Istana ke instalasi kompos, dari kebijakan ke mesin pencacah.

Baca Juga: SAMPAH JOGJA, Menaruh Harapan pada PSEL 2028

Dengan ancaman overkapasitas TPA pada 2028, waktu menjadi faktor krusial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 | 10:47 WIB

Dorrr, Indonesia Punya Pabrik Mobil

Jumat, 10 April 2026 | 05:46 WIB

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB

Negara Hadir Jaga Anak Digital

Rabu, 1 April 2026 | 01:20 WIB

Langkah Sunyi di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:58 WIB

Semangat Taruna Indonesia di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB
X