• Sabtu, 18 April 2026

Perempuan : Dari Konco Wingking Menuju Mitra Sejajar

Photo Author
Kianto Atmojo, Jogja 24 Jam
- Rabu, 11 Maret 2026 | 11:49 WIB
Perempuan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai konco wingking, melainkan mitra sejajar. Foto: istimewa.
Perempuan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai konco wingking, melainkan mitra sejajar. Foto: istimewa.

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Setiap tanggal 8 Maret dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai momentum untuk merenungkan kembali martabat, peran, dan kontribusi perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni atau perayaan simbolis, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat secara jujur sejauh mana kesetaraan dan penghargaan terhadap perempuan telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Ngajeni lan Ngugemi Tresna adalah Etika Bercinta ala Jawa

Dalam budaya Jawa dikenal istilah konco wingking, yang secara harfiah berarti “teman di belakang”. Istilah ini dahulu sering digunakan untuk menggambarkan posisi perempuan yang dianggap hanya berperan di wilayah domestik, seperti mengurus rumah tangga dan keluarga.

Namun perkembangan zaman menunjukkan perubahan penting. Perempuan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai konco wingking, melainkan mitra sejajar yang bersama laki-laki membangun keluarga, masyarakat, dan kehidupan sosial.

Sejarah Indonesia sendiri mencatat banyak perempuan yang memperjuangkan martabat dan pendidikan perempuan.

Baca Juga: Kisah Koperasi di Balik Susu Bendera

Salah satu tokoh yang paling dikenal adalah Raden Ajeng Kartini yang melalui gagasan dan perjuangannya mendorong perempuan memperoleh kesempatan pendidikan dan kebebasan berpikir.

Semangat Kartini menjadi simbol bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kemajuan masyarakat.

Pada masa kini, kiprah perempuan semakin terlihat di berbagai bidang. Dalam pemerintahan misalnya, kehadiran tokoh seperti Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan menunjukkan kepemimpinan perempuan yang kuat dan dihormati di tingkat nasional maupun internasional.

Di bidang diplomasi, Retno Marsudi menunjukkan bahwa perempuan mampu memainkan peran strategis dalam hubungan internasional.

Kehadiran perempuan dalam posisi penting ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan lagi monopoli laki-laki.

Baca Juga: Kamasutra: Rahasia Cinta India yang Bukan Sekadar Posisi

Dalam dunia usaha, perempuan juga menunjukkan keberhasilan yang inspiratif. Sosok seperti Susi Pudjiastuti dikenal sebagai pengusaha sukses yang memulai usahanya dari bawah hingga berkembang menjadi perusahaan besar di bidang perikanan dan penerbangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kianto Atmojo

Tags

Terkini

Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 | 10:47 WIB

Dorrr, Indonesia Punya Pabrik Mobil

Jumat, 10 April 2026 | 05:46 WIB

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB

Negara Hadir Jaga Anak Digital

Rabu, 1 April 2026 | 01:20 WIB

Langkah Sunyi di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:58 WIB

Semangat Taruna Indonesia di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB
X