JOGJA.34JAMNEWS.COM - Viral di media sosial, sebuah benda menyerupai torpedo ditemukan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 6 April 2026. Penemuan ini bermula dari aktivitas nelayan yang tengah menjaring ikan sekitar pukul 10.00 WITA, sebelum akhirnya benda tersebut ditarik ke bibir pantai untuk diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati
Kehadiran benda berwarna hitam dengan panjang sekitar 3,7 meter dan diameter 70 sentimeter itu sontak memicu rasa penasaran sekaligus kekhawatiran warga. Bentuknya yang tidak lazim membuat berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari torpedo, rudal, hingga bagian kapal selam mini.
Baca Juga: Fahri Hamzah soal Saiful Mujani, Menjaga Batas Tipis Demokrasi
Tim Gegana dari Satuan Brimob Polda NTB bersama Satreskrim Polres Lombok Utara segera turun ke lokasi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat deteksi Kerber T dan detektor radioaktif RIIDEye X. Hasilnya menenangkan.
Baca Juga: Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong
“Hasil awal pemeriksaan memastikan benda itu steril dari bahan peledak dan radioaktif,” ujar Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta.
Setelah dinyatakan aman, penanganan benda tersebut dilimpahkan ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram untuk identifikasi lebih lanjut. Dalam sejumlah video yang beredar, tampak prajurit TNI AL bersiaga melakukan evakuasi.
Baca Juga: Lyodra Ginting Hadirkan Lagu Rohani Pertama Penuh Makna Mendalam
Perhatian publik semakin meningkat setelah terlihat tulisan “CSIC” pada badan benda tersebut, yang diduga merujuk pada China Shipbuilding Industry Corporation—perusahaan yang bergerak di bidang teknologi maritim. Dugaan pun mengarah bahwa benda ini merupakan bagian dari perangkat kelautan.
Baca Juga: Pulangnya Sang Penjaga Damai dari Tanah Lebanon
Meski begitu, pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terjebak spekulasi liar. “Kami mengimbau tetap tenang, tidak berspekulasi, dan melapor jika ada yang mencurigakan,” tegas Agus.
Baca Juga: Serat Untuk Rakyat, Menata Ulang Tanah Sultan di Gunungkidul
Di tengah derasnya arus informasi digital, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi temuan tak biasa—antara rasa ingin tahu, kecemasan, dan fakta yang masih terus diungkap.