• Sabtu, 18 April 2026

Sekolah Rakyat Tanpa Pendaftaran Fokus Jangkau Anak Miskin Nasional

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Selasa, 14 April 2026 | 11:56 WIB
Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan terpadu. Foto: @kemensosri
Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan terpadu. Foto: @kemensosri

 

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Program Sekolah Rakyat yang digagas Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pendekatan berbeda dalam sistem penerimaan siswa.

Baca Juga: HB II Sesudah Geger Sepoy, Takhta Didirikan di Atas Sunyi

Tidak seperti sekolah pada umumnya, program ini tidak membuka pendaftaran, melainkan menggunakan mekanisme penjangkauan langsung berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Tidak ada pembukaan pendaftaran, ingat semua harus paham ini. Data (calon siswa) dijangkau lewat desil 1 dan desil 2,” tegas Gus Ipul dalam pertemuan bersama kepala daerah di Jakarta.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Toleransi Lewat Pembangunan Gereja GPDI Balong

Ia menekankan bahwa proses ini melibatkan verifikasi lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah.

Pendekatan tersebut dirancang agar program benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Setelah verifikasi, penetapan siswa harus melalui persetujuan orang tua dan kepala daerah sebelum disahkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Baca Juga: Pemda DIY Terapkan WFH Rabu untuk Transformasi Budaya Kerja ASN

Lebih dari sekadar pendidikan, Sekolah Rakyat menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan terpadu. Anak-anak yang bersekolah akan diiringi dengan pemberdayaan keluarga, mulai dari perbaikan rumah hingga akses jaminan kesehatan.

 “Jadi nanti anaknya lulus Sekolah Rakyat, orang tuanya naik kelas dan (mandiri) tidak terima bansos lagi,” ujarnya.

Program ini juga tidak menerapkan tes akademik. Seleksi dilakukan melalui tes kesehatan dan pemetaan bakat guna mengidentifikasi potensi siswa sejak dini. Fasilitas yang disediakan pun tergolong lengkap, mulai dari asrama, makan bergizi, hingga perangkat pembelajaran digital.

Baca Juga: Simposium Budaya Jawa Soroti Tata Ruang dan Filosofi Yogyakarta

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat telah berlangsung di lebih dari 100 titik dan menargetkan sekitar 4 juta anak yang belum atau putus sekolah. Gus Ipul menegaskan hasil akhir program harus jelas. “Tidak boleh menganggur. Kalau menganggur, gagal Sekolah Rakyat,” katanya.

Dengan konsep menyeluruh ini, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X