jogja

HB II, Satu Nama Mulai Muncul dari Balik Layar

Senin, 6 April 2026 | 12:12 WIB

 

Pelan-pelan, bayangan itu mulai punya bentuk.

Jika sebelumnya kita hanya melihat “tangan-tangan di balik layar”, kini pertanyaannya menjadi lebih spesifik: siapa sebenarnya yang berada di ruang itu?

Sejarah memang tidak selalu menyebutnya dengan terang. Tapi jika ditelusuri lebih dalam, ada satu pola yang mulai terlihat—bahwa di antara kekuasaan kolonial dan keraton, selalu ada sosok perantara.

Baca Juga: Sri Sultan Hamengku Buwono II, Sejarah yang Terlambat Diakui

Bukan raja.

Bukan pula penjajah sepenuhnya.

Melainkan mereka yang berdiri di tengah.

Salah satu nama yang kerap muncul dalam catatan adalah Danurejo 2

Di titik ini, kita tidak perlu terburu-buru menilai. Cukup pahami posisinya.

Baca Juga: Tiga Kali Naik Turun Tahta, HB II, Melawan Tanpa Henti, Tanpa Kompromi

Sebagai patih, ia bukan sekadar pejabat administratif. Ia adalah penghubung: antara kehendak keraton dan tekanan kekuasaan kolonial. Di tangannya, banyak keputusan diterjemahkan, dinegosiasikan, bahkan—dalam situasi tertentu—diarahkan.

Dan di sinilah lapisan itu menjadi semakin menarik.

Baca Juga: HB II, Selalu Dianggap Ancaman, Bahkan Ketika Sudah Dibuang

Karena dalam posisi seperti itu, pilihan tidak pernah sederhana.

Halaman:

Tags

Terkini

Sungai di Kota Yogyakarta Butuh Trash Barrier

Sabtu, 18 April 2026 | 16:32 WIB

Ketika Nama yang Dibuang Mulai Dicari

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48 WIB

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB