• Sabtu, 18 April 2026

HB II, Satu Nama Mulai Muncul dari Balik Layar

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Senin, 6 April 2026 | 12:12 WIB

Apakah ia harus setia sepenuhnya pada raja?

Atau realistis membaca arah kekuasaan yang sedang berubah?

Pertanyaan ini tidak hanya berlaku bagi satu orang. Tapi dalam konteks HB II, ia menjadi sangat relevan.

Baca Juga: HB II Dipanggil Kembali, Tapi Bukan Karena Dimaafkan

Kita sudah melihat bagaimana HB II berulang kali berbenturan dengan kekuasaan kolonial. Kita juga melihat bagaimana ia tidak pernah benar-benar bisa “dikendalikan”.

Lalu di sisi lain, ada mereka yang justru berada di posisi sebaliknya: harus menjaga keseimbangan, atau mungkin… memilih bertahan dengan cara yang berbeda.

Di titik ini, sejarah tidak lagi sekadar tentang perlawanan dan penjajahan.

Ia mulai berbicara tentang pilihan-pilihan sulit.

Baca Juga: HB II dan Tangan-Tangan di Balik Layar

Tentang mereka yang berdiri tegak—dan mereka yang memilih bertahan dengan cara lain.

Dan mungkin, di sinilah pertanyaan itu mulai berubah arah:

Apakah semua yang tidak melawan bisa dianggap menyerah…

atau justru sedang memainkan peran yang tidak selalu terlihat?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Sungai di Kota Yogyakarta Butuh Trash Barrier

Sabtu, 18 April 2026 | 16:32 WIB

Ketika Nama yang Dibuang Mulai Dicari

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48 WIB

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB
X