jogja

Syawalan Sleman Bersama Ngarso Dalem, Momentum Mawas Diri

Selasa, 7 April 2026 | 11:18 WIB
Syawalan untuk mawas diri. Foto: Dok. Pemkab Sleman.

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Suasana hangat menyelimuti Pendopo Parasamya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa pagi.

Dalam balutan tradisi syawalan, Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir bersama jajaran Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa.

Baca Juga: Di Balik Sajian Laut Lezat, Perjuangan Sunyi Nelayan Indonesia

Momentum ini terasa lebih dari sekadar seremoni. Ada kehangatan, ada makna. Syawalan menjadi ruang untuk saling membuka hati setelah Ramadan.

“Momentum syawalan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Harda.

Ia menegaskan, pelayanan publik adalah inti pengabdian. Bukan rutinitas. Pemerintah Kabupaten Sleman, katanya, terus mendorong aparatur yang profesional dan berintegritas. Tantangan ke depan tidak ringan. Respons harus cepat. Sikap harus tepat.

Baca Juga: Ibas Dorong Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan Nelayan Indonesia

“Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Di hadapan jajaran Forkopimda dan tamu undangan, sinergi menjadi kata kunci. Kolaborasi lintas level pemerintahan dinilai penting untuk menjawab dinamika pembangunan.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak semua yang hadir untuk tidak berhenti pada simbol. Nilai Ramadan, menurutnya, harus hidup dalam keseharian.

Baca Juga: Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

“Dengan semangat Idulfitri, kekusutan hubungan antar sesama akan diurai kembali. Saya berharap syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan ketugasan,” ujarnya.

Ia menekankan prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku. Mawas diri dalam setiap keputusan. Jernih dalam berpikir. Empatik dalam bertindak.

“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Nama yang Dibuang Mulai Dicari

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48 WIB

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB