jogja

Syawalan Gunungkidul: Pesan Sultan Menjaga Akal di Era Digital

Rabu, 8 April 2026 | 18:37 WIB
Sungkem Bupati Endah kepada Ngarso Dalem. Foto: HUMAS DIY

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Suasana hangat menyelimuti Gunungkidul pada Rabu (08/04), saat masyarakat berkumpul dalam silaturahmi Idulfitri di Taman Budaya Gunungkidul.

Di tengah momen saling memaafkan, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pesan yang menggugah: pentingnya menjaga akal sehat di era banjir informasi.

Baca Juga: Jejak Digital Ekonomi Jogja 2026

Dalam sambutannya, Sri Sultan mengingatkan bahaya kebiasaan menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong.

“Jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir kita akan menjadi bangsa pendek akal, bangsa gosip,” ujarnya tegas. Pesan ini menjadi refleksi bahwa kemudahan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan berpikir.

Baca Juga: Sesudah Viral, Bantul Menghitung Ulang Harga dan Batas

Ia menekankan pentingnya budaya check and re-check sebagai fondasi mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran pemuka agama dan pendidik pun dinilai krusial. Masjid dan lembaga pendidikan, menurutnya, harus menjadi ruang menanamkan nilai cinta tanah air.

Dalam hal ini, Sri Sultan mengajak masyarakat meneladani ajaran Sunan Gunung Jati tentang pentingnya tinalesih—mengkaji dan bermusyawarah sebelum mengambil sikap.

Baca Juga: HB II  Ketika Ketegasan Ternyata Tidak Menyelesaikan Segalanya

Lebih jauh, ia mengangkat falsafah Jawa “mangasah mingising budi, mêmasuh malaning bumi” sebagai pijakan memperkuat solidaritas sosial. Nilai ini, katanya, sejalan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut pesan tersebut dengan optimisme. Ia menegaskan komitmen membangun kesejahteraan masyarakat, sembari mengutip Soekarno:

Baca Juga: Kodam Baru DIY, Menjaga Harmoni Istimewa

“Masyarakat yang adil dan makmur tidak jatuh begitu saja dari langit laksana embun di waktu malam, melainkan harus diperjuangkan dengan keringat dan kerja keras bersama.”

Acara ditutup dengan jabat tangan penuh kehangatan. Di hari yang fitri, pesan kebijaksanaan itu mengalir, mengikat kembali harapan akan masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan bersatu.

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB