JOGJA.24JAMNEWS.COM - Di pagi yang tenang di Kepatihan Yogyakarta, pertemuan hangat terjadi.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Danrem 072/Pamungkas yang baru, Yuniar Dwi Hantono.
Bukan sekadar silaturahmi. Ada pesan penting tentang masa depan keamanan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di DIY pun mengemuka. Dan Sri Sultan menyambutnya dengan dukungan penuh.
Baca Juga: Syawalan Sleman Bersama Ngarso Dalem, Momentum Mawas Diri
Langkah ini dinilai strategis. Bukan hanya memperkuat pertahanan darat, tapi juga menjaga stabilitas wilayah dengan karakter sosial yang unik.
Dalam suasana akrab di Gedhong Wilis, Sri Sultan berbicara layaknya orang tua. Memberi arahan. Juga wejangan.
Pesannya sederhana, tapi kuat. DIY harus dijaga bersama. TNI, pemerintah daerah, kepolisian, hingga masyarakat—semua punya peran. Tidak bisa berjalan sendiri.
Baca Juga: Di Balik Sajian Laut Lezat, Perjuangan Sunyi Nelayan Indonesia
“Beliau memberikan dukungan dan apresiasi terhadap rencana pembentukan Kodam di DIY. Harapannya, kita bersama-sama terus menjaga keamanan dan stabilitas wilayah,” ujar Yuniar.
Bagi Yuniar, pertemuan ini jadi awal langkahnya sebagai Danrem. Sebuah momentum untuk memperkuat komunikasi lintas sektor.
Baca Juga: Ibas Dorong Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan Nelayan Indonesia
Ia memahami, tugas di DIY tidak ringan.
Wilayah ini punya dinamika sosial dan politik yang kompleks.