Tetapi jawabannya tidak.Pengasingan bukan hanya soal menjauhkan. Ia adalah bentuk pengendalian.
Dengan menjauhkan HB II dari Yogyakarta, kekuasaan kolonial tidak hanya menghilangkan kehadirannya, tetapi juga berusaha memutus hubungan—antara dirinya dengan jaringan, dengan ingatan kolektif, dan dengan kemungkinan untuk kembali berpengaruh.
Baca Juga: SAE Pujon dan Jalan Sunyi Koperasi di Negeri yang Melupakannya
Namun seperti yang sudah kita lihat sebelumnya, hubungan semacam itu tidak selalu mudah diputus.
Nama bisa dijauhkan. Tubuh bisa dipindahkan. Tetapi jejak—tidak selalu ikut hilang.
Dan mungkin, di titik ini kita mulai memahami satu hal yang lebih halus.
Baca Juga: Unik! Komunitas Agus Gelar Syawalan, Semua Peserta Wajib Punya Unsur Nama “Agus”
Bahwa pengasingan bukan hanya tanda kekuasaan berhasil... tetapi juga tanda bahwa yang dihadapi masih dianggap berbahaya.
Lalu pertanyaannya menjadi semakin tajam: Jika seseorang benar-benar sudah tidak memiliki kekuatan…
mengapa harus dijauhkan sejauh itu?