• Sabtu, 18 April 2026

Nyepi, Idul Fitri, dan Krisis Ekologis di Tengah Perayaan

Photo Author
Kianto Atmojo, Jogja 24 Jam
- Kamis, 19 Maret 2026 | 16:52 WIB
Yang mudik yang berwisata. Biarlah tetap bersih dan indah utk dinikmati. Foto: P. K. Atmodjo
Yang mudik yang berwisata. Biarlah tetap bersih dan indah utk dinikmati. Foto: P. K. Atmodjo

Idul Fitri: Pertobatan yang Sering Terjebak Euforia

Sebaliknya, Idul Fitri mengajak manusia kembali kepada kesucian setelah proses pengendalian diri selama Ramadan.

Namun kesucian itu sering kali berhenti pada simbol. Kita menyaksikan paradoks—di satu sisi merayakan kemenangan spiritual, di sisi lain tetap terjebak dalam gaya hidup boros.

Baca Juga: Amanat Sultan: Satriya di Jalan Pengabdian Birokrasi

Rumah penuh hidangan, tetapi banyak yang terbuang. Silaturahmi terjadi, tetapi dibungkus kemewahan berlebihan. Wisata meningkat, tetapi meninggalkan jejak sampah.

Pertanyaannya sederhana namun tajam: apakah kita benar-benar berubah?

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kianto Atmojo

Tags

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB
X