• Sabtu, 18 April 2026

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB
Sumur yang berada di kelurahan Keparakan, Yogyakarta. Sumur ini dibutuhkan 11 KK dan 1 mck umum. Sudah diperiksa,  airnya tercemar E-coli . Foto: GS Purwanto.
Sumur yang berada di kelurahan Keparakan, Yogyakarta. Sumur ini dibutuhkan 11 KK dan 1 mck umum. Sudah diperiksa, airnya tercemar E-coli . Foto: GS Purwanto.

Diare memang sering dianggap penyakit ringan. Datang sebentar, lalu pergi. Tapi angka-angka itu menunjukkan hal lain: ia terus kembali, mengendap dalam rutinitas, dan diam-diam menjadi bagian dari keseharian.

Baca Juga: Keuangan Keluarga atau Usaha, Mana yang Harus Diselamatkan Dulu?

Mungkin persoalannya bukan semata pada air yang tercemar. Bisa jadi, yang lebih bermasalah adalah keyakinan kita bahwa selama air itu tampak jernih, semuanya baik-baik saja.

Dan seperti banyak hal lain dalam hidup, yang paling berbahaya sering kali bukan yang terlihat buruk—melainkan yang terlihat biasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB
X