JOGJA.24JAMNEWS.COM - Pemerintah memberi napas lebih panjang bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.
Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 resmi diperpanjang hingga 24 Maret 2026. Semula, masa pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Maret.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tinjau Lokasi Perusakan Jalan Akibat Pencurian Kabel Tembaga
Perpanjangan ini membuka peluang bagi lebih banyak calon peserta untuk mendaftar secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id.
Program tersebut menyasar masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2023 hingga 2025.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan tambahan waktu diberikan agar kesempatan mengikuti pelatihan dapat dimanfaatkan lebih luas.
Baca Juga: Ketika DIY–Jawa Tengah Membidik PON 2032
“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota 20.000 peserta. Pelatihan digelar di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan Kemnaker, serta sejumlah balai latihan kerja milik pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Melampaui Batas: Semangat Anak-Anak Tunanetra di Balik Peringatan Kartini
Seiring dengan perpanjangan masa pendaftaran, jadwal tahapan seleksi juga disesuaikan. Pendaftaran dan pengisian asesmen Siap Latih berlangsung hingga 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.
Seleksi dan wawancara calon peserta dilaksanakan pada 25–28 Maret 2026, sedangkan pengumuman peserta yang lolos dijadwalkan pada 29 Maret 2026. Program pelatihan akan dimulai melalui kegiatan kick off dan orientasi pada 1 April 2026.
Peserta yang diterima akan memperoleh berbagai fasilitas pendukung, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat pelatihan dari balai pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).