Kedua, biaya investasi dan operasionalnya relatif mahal, sehingga berisiko membebani keuangan daerah atau memerlukan subsidi jangka panjang.
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa fokus pada pembakaran sampah justru melemahkan upaya pengurangan dan daur ulang dari hulu.
Baca Juga: Ironi Air: Dari Kelimpahan yang Menipu hingga Masa Depan yang Diperebutkan
Jika tidak dirancang hati-hati, WTE bisa menciptakan ketergantungan pada pasokan sampah sebagai “bahan bakar”, alih-alih mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi dan pendanaan, tetapi juga pada tata kelola, transparansi, serta integrasi dengan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ambisi besar ini menjanjikan masa depan kota yang lebih bersih—namun hanya jika dijalankan dengan kehati-hatian dan akuntabilitas tinggi.