• Sabtu, 18 April 2026

Kisah Koperasi di Balik Susu Bendera

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Rabu, 11 Maret 2026 | 10:15 WIB
Koperasi peternak sapi pemilik pabrik susu raksasa yang mendunia. Foto: istimewa.
Koperasi peternak sapi pemilik pabrik susu raksasa yang mendunia. Foto: istimewa.

Koperasi memastikan susu mereka selalu memiliki pembeli. Harga yang diterima peternak relatif lebih stabil dibandingkan jika mereka harus menjual sendiri ke pasar.

Baca Juga: UMY Berangkatkan 335 Mahasiswa dalam Program Mudik Gratis 2026

Selain itu, keuntungan perusahaan dibagikan kembali kepada anggota dalam berbagai bentuk—baik sebagai tambahan pendapatan maupun investasi untuk pengembangan peternakan.

Perjalanan koperasi yang telah berlangsung lebih dari satu abad ini tentu tidak tanpa tantangan. Industri susu dunia menghadapi fluktuasi harga global, perubahan kebijakan pertanian, krisis ekonomi, hingga tuntutan baru terkait keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan hewan.

Namun justru karena dimiliki oleh para peternak sendiri, perusahaan ini memiliki kepentingan jangka panjang yang kuat. Mereka tidak hanya memikirkan keuntungan hari ini, tetapi juga masa depan peternakan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hari ini FrieslandCampina berdiri sebagai salah satu perusahaan susu terbesar di dunia, dengan jaringan produksi dan pemasaran yang menjangkau berbagai benua.

Baca Juga: Gerakan Sekar Kemuning Salurkan PMT Bergizi bagi Keluarga Terdampak Stunting di Keparakan

Namun akar ceritanya tetap sama: ribuan peternak yang saling percaya dan memilih bekerja bersama.

Kisah ini menunjukkan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga kecil di pinggir ekonomi.

Dengan organisasi yang kuat, tata kelola yang profesional, dan komitmen lintas generasi, koperasi dapat tumbuh menjadi kekuatan industri yang mendunia.

Dan ketika seseorang mengambil kaleng Susu Bendera dari rak supermarket di Indonesia, produk itu sesungguhnya membawa pesan sederhana namun kuat: bahwa kerja sama dan saling percaya dapat melahirkan kekuatan ekonomi yang bertahan jauh melampaui satu generasi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

X