• Sabtu, 18 April 2026

Normalisasi Sungai Anakan Kali Oyo Wujud Harapan Warga Hargomulyo

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB
Proses pengerukan sedimen anakan kali Oya. Foto: dok.Pemkab Gunungkidul.
Proses pengerukan sedimen anakan kali Oya. Foto: dok.Pemkab Gunungkidul.

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Harapan warga Desa Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, untuk memiliki aliran sungai yang kembali lancar akhirnya mulai terwujud.

Pemerintah daerah bergerak cepat melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar wilayah setempat dengan memulai proyek normalisasi di aliran Sungai Anakan Kali Oyo.

Baca Juga: Keuangan Keluarga atau Usaha, Mana yang Harus Diselamatkan Dulu?

Langkah ini merupakan respons atas aspirasi yang terus disuarakan Lurah Hargomulyo dalam berbagai forum resmi, termasuk Musrenbangdes.

Selama lebih dari tiga dekade, tepatnya 36 tahun, sedimentasi yang terus menumpuk menyebabkan pendangkalan serius pada crossway sungai, memicu gangguan aliran air hingga risiko banjir saat musim hujan.

Baca Juga: Pilur Gunungkidul 2026: Antara Kepastian Hukum dan Kedaulatan Desa

Normalisasi yang kini berjalan menargetkan pengerukan sepanjang 100 meter. Memasuki hari kedua dari total sepuluh hari kerja, proses ini tidak hanya berfokus pada pengangkatan material endapan, tetapi juga penataan aliran di titik pertemuan arus.

“Selain pengerukan sedimentasi, petugas juga akan melakukan pemangkasan pada bagian tempuran (pertemuan arus) agar aliran air tidak langsung menghantam tanggul di sisi kiri yang berbatasan langsung dengan jalan raya dan pemukiman warga,” ujar Bupati Endah saat meninjau langsung lokasi pengerjaan, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Wedang Uwuh: Minuman Tradisional dengan Kekuatan Fitokimia Modern 

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa penanganan ini menjadi tanggung jawab daerah dan akan dimaksimalkan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Dua Pohon Terseret Arus Sungai Code, Tersangkut di Embung Surokarsan

Warga diimbau untuk tidak menanam tanaman di bantaran sungai yang dapat menghambat aliran air, serta aktif dalam kegiatan kerja bakti seperti Jumat Bersih.

“Jika kita merebut jalannya (air), maka air akan masuk ke rumah untuk meminta jalannya kembali,” pesannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X