JOGJA.24JAMNEWS.COM - Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti acara Syawalan keluarga besar Muhammadiyah Gunungkidul, yang sekaligus menjadi momen pelepasan calon jemaah haji tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pesan-pesan sarat makna yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga sosial.
Baca Juga: Pulang dalam Sunyi, Dua Prajurit Disambut Tangis Yogyakarta
“Alhamdulillah, senang rasanya dapat hadir di tengah keluarga besar Muhammadiyah Gunungkidul dalam acara Syawalan sekaligus melepas keberangkatan Bapak/Ibu calon jemaah haji,” ungkap Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Ia berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan, kesabaran, serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
Tak hanya itu, harapan besar juga dititipkan untuk daerah.
Baca Juga: Salatiga, Menepi Dari WFH, Memilih Ajak Jalan Kaki Warganya
“Secara khusus, saya juga menitipkan doa untuk daerah kita tercinta. Semoga Gunungkidul senantiasa diberkahi, dijauhkan dari segala marabahaya maupun bencana, dan masyarakatnya hidup sejahtera dalam rida Allah SWT.”
Sebanyak 218 calon jemaah haji Gunungkidul dipastikan berangkat tahun ini, terdiri dari 209 jemaah reguler dan 9 jemaah haji khusus. Mereka akan diberangkatkan secara bertahap mulai akhir April hingga Mei 2026.
Ketua PDM Gunungkidul, Sadmonodadi, menegaskan bahwa ibadah haji seharusnya tidak berhenti pada ritual semata. “Sepulang dari haji, diharapkan jemaah semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Koperasi Raksasa Dunia Bukti Nyata Bukan Sekadar Usaha Kecil
Pesan ini sejalan dengan penekanan bupati bahwa haji harus berdampak pada kehidupan sosial. “Ibadah haji harus berdampak pada kehidupan sosial, seperti sikap rukun dan kepedulian terhadap sesama,” kata Endah.
Dengan rentang usia jemaah dari 18 hingga 85 tahun, keberangkatan ini mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat.
Harapannya, para jemaah kembali tidak hanya sebagai pribadi yang lebih taat, tetapi juga membawa berkah dan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.