jogja

Jejak Digital Ekonomi Jogja 2026

Rabu, 8 April 2026 | 14:01 WIB
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih: Sensus merupakan upaya memotret transformasi. Dari sekitar 269 ribu pelaku usaha di Yogyakarta,

 

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Yogyakarta sedang bersiap membaca ulang denyut ekonominya. Melalui Sensus Ekonomi (SE) 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY berupaya menangkap perubahan besar yang terjadi dalam satu dekade terakhir—perubahan yang kini kian terasa: ledakan ekonomi digital dan dominasi UMKM berbasis daring.

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menegaskan bahwa sensus ini bukan sekadar pendataan rutin. Ini adalah upaya memotret transformasi. Dari sekitar 269 ribu pelaku usaha di Yogyakarta, sebagian besar telah bermigrasi ke platform digital sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sesudah Viral, Bantul Menghitung Ulang Harga dan Batas

"Pandemi Covid-19 kemarin sebenarnya memberikan keberkahan tersendiri bagi Yogyakarta. Kita dituntut untuk tetap bertahan survive, dan hasilnya muncul berbagai usaha online yang sangat masif. Inilah perubahan yang akan kita tangkap secara detail di Sensus Ekonomi 2026 nanti," jelas Endang.

Fenomena ini bukan tanpa dampak. Pertumbuhan ekonomi DIY bahkan sempat mencatat angka tertinggi di Pulau Jawa, mencapai 5,94 persen secara tahunan. Angka itu menjadi bukti bahwa adaptasi digital bukan sekadar tren, melainkan strategi bertahan sekaligus berkembang.

Baca Juga: Ketika Makam Pahlawan Masuk Strategi Negara

SE 2026 juga hadir dengan pendekatan baru. Menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, sensus ini akan selaras dengan standar global. Tak hanya itu, aspek ekonomi hijau dan biru turut menjadi sorotan—isu yang sebelumnya belum tergarap optimal.

Pendataan akan berlangsung Mei hingga Agustus 2026, menjangkau seluruh sektor usaha. Hasilnya diharapkan menjadi fondasi kebijakan yang lebih tajam dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kodam Baru DIY, Menjaga Harmoni Istimewa

Dukungan penuh datang dari pemerintah daerah. Bahkan, langkah konkret tengah disiapkan untuk memastikan keberhasilan sensus ini.

"Kita ingin informasi yang lebih mikro agar kebijakan yang diambil Pemda DIY benar-benar tepat sasaran bagi para pelaku usaha," pungkas Danang Setiadi.

Baca Juga: HB II,  Ketika Perlawanan Datang dari Dalam

Dari lorong-lorong pasar hingga etalase digital, Jogja tengah menulis babak baru ekonominya—dan sensus ini akan menjadi catatan pentingnya.

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB