• Sabtu, 18 April 2026

Manusia Baru yang Ramah Lingkungan: Dari Ritual ke Tindakan

Photo Author
Kianto Atmojo, Jogja 24 Jam
- Kamis, 19 Maret 2026 | 16:51 WIB
Jaga pantai yang indah ini tetap bersih. Sampah akan mengurangi keindahannya. Foto: PK Atmodjo.
Jaga pantai yang indah ini tetap bersih. Sampah akan mengurangi keindahannya. Foto: PK Atmodjo.

 Nilai-nilai ini sebenarnya sudah lama hidup dalam budaya kita. Filosofi hamemayu hayuning bawono mengajarkan manusia untuk merawat dunia.

Ajaran Islam tentang khalifah fil ardh menegaskan bahwa manusia adalah penjaga bumi, bukan perusaknya.

Baca Juga: Ramadan di Jejak Dakwah Para Wali

 Larangan israf (pemborosan) sangat relevan dengan krisis sampah hari ini. Bahkan menanam pohon pun dianggap sebagai amal yang terus mengalir.

 Masalahnya bukan kekurangan nilai, tetapi kurangnya keberanian untuk menghidupinya.

Titik Balik yang Tidak Bisa Ditunda

 Momentum Nyepi dan Idul Fitri—yang berdekatan dengan hari-hari lingkungan hidup—seharusnya menjadi titik balik: dari konsumsi menuju kesadaran, dari ritual menuju transformasi.

 Baca Juga: Demak, di Rumah Para Wali yang Tak Pernah Sepi

 Manusia baru bukanlah manusia yang lebih kaya atau lebih kenyang, tetapi manusia yang lebih sadar: sadar bahwa setiap pilihannya berdampak pada air, hutan, dan masa depan generasi berikutnya.

Tak perlu berburu satwa di lauit. Dibawa pulang ga bakal hidup. Foro: PK atmodjo.
Tak perlu berburu satwa di lauit. Dibawa pulang ga bakal hidup. Foro: PK atmodjo.

 Pada akhirnya, masa depan bangsa ini tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi oleh pilihan-pilihan kecil setiap warganya.

 Nyepi telah mengajarkan kita untuk hening. Idul Fitri mengajak kita kembali suci. Bumi sedang menunggu.

Pertanyaannya kini sederhana: apakah kita sungguh bersedia hidup sesuai dengan maknanya?

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kianto Atmojo

Terkini

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

Paskah Tanpa Aksi: Iman yang Kehilangan Makna

Sabtu, 4 April 2026 | 07:47 WIB

Laudato Si’ di Gereja Pringgolayan

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:35 WIB

Solusi Air dari Langit

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:43 WIB

Hari Air Sedunia: Air Melimpah, Tapi Krisis?

Senin, 23 Maret 2026 | 00:37 WIB

Hutan untuk Kehidupan, Bukan Sekadar Kepentingan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14 WIB

GILA. Mashadi Tanam 4,5 Juta Mangrove

Minggu, 1 Maret 2026 | 16:41 WIB
X