JOGJA.24JAMNEWS.COM - Kamis pagi, 26 Maret 2026, Dukuh Gendol di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen, mendadak riuh.
Bukan karena pasar tiban atau hajatan, melainkan kedatangan Gibran Rakabuming Raka yang meninjau sepotong jalan desa sepanjang 250 meter.
Baca Juga: Belajar dari Kasus BNI Rantau Parapat, Kepercayaan Tersandung dan Solidaritas Diuji
Jalan beraspal hotmix itu bukan proyek besar. Nilainya Rp90 juta—angka yang, di atas kertas anggaran negara, nyaris tak terdengar. Tapi di Dukuh Gendol, ia menjelma magnet.
Ribuan warga memadati sisi jalan, sebagian sejak pukul enam pagi, menunggu satu hal: melihat Gibran dari dekat.
Baca Juga: Perang, Jalan Kerugian yang Menelan Masa Depan
Wakil Presiden datang menjelang siang. Tak ada pidato, tak ada sambutan panjang. Ia hanya berjalan pelan di tengah kerumunan, menebar senyum, sesekali menyalami warga, dan membagikan buku serta alat tulis kepada anak-anak.
Hampir satu jam ia berada di lokasi, didampingi Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.
Baca Juga: Ironi Air: Dari Kelimpahan yang Menipu hingga Masa Depan yang Diperebutkan
Ketika wartawan mencoba menggali pernyataan, jawabannya singkat—nyaris seperti menutup ruang tafsir. “Nanti sama Pak Bupati saja,” katanya, sebelum beranjak menuju agenda berikutnya.
Bagi pemerintah desa, jalan itu adalah hasil pengajuan yang berbuah. Sekretaris Desa Mojokerto, Surono, menyebut bantuan tersebut direalisasikan sebelum Ramadan, menggantikan rabat beton yang telah rusak. Namun panjangnya baru 250 meter—sebuah awal, bukan penyelesaian.
Harapan pun belum selesai. Masih ada ruas-ruas lain yang menunggu giliran disentuh aspal.
Baca Juga: Kaesang ke KH. Yasin Nawawi Parpol Kok Perjalanan Spiritual?
Di sisi lain, kunjungan ini menyiratkan pesan yang lebih luas. Bupati Sigit Pamungkas mengungkapkan adanya dorongan agar daerah memperkuat program nasional—dari makan bergizi gratis hingga koperasi merah putih.