• Sabtu, 18 April 2026

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB
Maruarar Sirait: Wajah baru pembangunan perumahan di Indonesia—kolaboratif, cepat, dan berkelanjutan
Maruarar Sirait: Wajah baru pembangunan perumahan di Indonesia—kolaboratif, cepat, dan berkelanjutan

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat, pemerintah memilih jalan kolaborasi.

Bukan hanya mengandalkan anggaran negara, tetapi juga merangkul sektor swasta untuk bergerak bersama. Targetnya jelas: mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: Pulangnya Sang Penjaga Damai dari Tanah Lebanon

Langkah ini mendapat dorongan langsung dari Prabowo Subianto. Dalam rapat di Istana Kepresidenan, arah kebijakan ditegaskan—perumahan rakyat harus menjadi prioritas.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan optimisme tersebut dengan nada penuh keyakinan.

“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden, dan ada dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Serat Untuk Rakyat, Menata Ulang Tanah Sultan di Gunungkidul

Di balik rencana besar ini, pemerintah tak hanya berbicara soal pembangunan, tetapi juga strategi. Lahan-lahan milik negara menjadi tumpuan utama, terutama yang berada di lokasi strategis. Salah satunya adalah aset milik PT Kereta Api Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

Namun, cerita tidak berhenti pada negara. Dunia usaha turut masuk dalam skema gotong royong ini melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu komitmen datang dari Astra International.

Baca Juga: Syawalan Penuh Makna, Semoga Kabupaten Gunungkidul Senantiasa Diberkahi

“Kemudian, di beberapa lokasi kami juga mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan. Misalnya dari Astra, yang sudah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun,” kata Ara.

Skemanya sederhana, tetapi strategis: pemerintah menyediakan lahan, sementara pihak swasta membangun. Setelah selesai, hunian tersebut akan diserahkan kepada negara untuk dimanfaatkan bagi masyarakat.

Baca Juga: Pulang dalam Sunyi, Dua Prajurit Disambut Tangis Yogyakarta

“Jadi, lahannya akan kami siapkan, kemudian yang membangun nanti Astra, dan setelah itu diserahkan kepada negara,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Kartini vs Theodora: Ketika Ide Bertemu Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 | 10:47 WIB

Dorrr, Indonesia Punya Pabrik Mobil

Jumat, 10 April 2026 | 05:46 WIB

Kampus, Rumah, dan Janji yang Perlu Ditepati

Selasa, 7 April 2026 | 01:24 WIB

Seribu Rumah, Semangat Gotong Royong

Senin, 6 April 2026 | 23:52 WIB

Negara Hadir Jaga Anak Digital

Rabu, 1 April 2026 | 01:20 WIB

Langkah Sunyi di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:58 WIB

Semangat Taruna Indonesia di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB
X