Di saat banyak daerah berlomba menerjemahkan kebijakan pusat secara teknokratis, Salatiga justru memilih jalan kultural. Ia tidak sekadar bertanya “bagaimana menghemat BBM,” tetapi juga “bagaimana mengubah perilaku warganya.”
Baca Juga: Tiga Pahlawan Gugur, Negara Berjuang Pulangkan dalam Konflik Memanas
Dan di kota kecil yang udaranya masih ramah bagi pejalan kaki ini, jawaban itu tampaknya dimulai dari langkah paling sederhana, berjalan.