• Sabtu, 18 April 2026

HB II Ketika Keraton Diserbu, Bukan Sekadar Perang

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Jumat, 10 April 2026 | 10:25 WIB

 

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Ada momen dalam sejarah yang mengubah segalanya—bukan karena panjangnya, tetapi karena dampaknya.

Bagi HB II, momen itu datang ketika keraton tidak lagi menjadi tempat yang aman.

Serangan itu benar-benar terjadi.

Bukan sekadar tekanan politik.

Baca Juga: Sri Sultan Hamengku Buwono II, Sejarah yang Terlambat Diakui

Bukan sekadar ancaman.

Tetapi kekuatan bersenjata yang masuk langsung ke pusat kekuasaan.

Di bawah kendali Thomas Stamford Raffles, pasukan yang dikenal sebagai tentara Sepoy—prajurit dari India—dikerahkan. Mereka bukan hanya datang untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk memastikan satu hal, kekuasaan harus tunduk.

Baca Juga: Menggagas Kereta Antar Kabupaten di DIY

Dan kali ini, tidak ada ruang untuk menunda.

Keraton Yogyakarta, yang selama ini menjadi simbol kedaulatan, berubah menjadi medan benturan. 

Apa yang sebelumnya hanya terasa sebagai tekanan, kini menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari.

Di titik ini, perlawanan mencapai batasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

Kota Jogja, Air yang Diam-Diam Mengkhianati

Kamis, 16 April 2026 | 10:42 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X