• Sabtu, 18 April 2026

HB II Ketika Keraton Diserbu, Bukan Sekadar Perang

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Jumat, 10 April 2026 | 10:25 WIB

Bukan karena keberanian habis.

Tetapi karena situasi tidak lagi seimbang.

Serangan ke keraton bukan hanya soal militer. Ia adalah pesan. Bahwa kekuasaan lokal, sekuat apa pun, memiliki batas ketika berhadapan dengan kekuatan global yang lebih besar.

Baca Juga: Di Balik 90 Menit Terakhir: China, Pakistan, dan Senyap yang Menghentikan Perang

Namun justru di sinilah maknanya menjadi berbeda.

Karena tidak semua yang kalah berarti menyerah.

Dan tidak semua yang ditaklukkan kehilangan pengaruhnya.

HB II mungkin dilengserkan kembali setelah peristiwa pemakzulan oleh Daendels 1810.

Keraton mungkin jatuh dalam kendali asing.

Tetapi satu hal yang tidak benar-benar hilang, yaitu sikap yang sejak awal ia pegang.

Dan mungkin, justru setelah peristiwa inilah, kita mulai memahami sesuatu yang lebih dalam,

Baca Juga: Bersiap Hadapi El Niño “Godzilla”: Sedia Payung Sadurunge Udan

Bahwa ada kekalahan yang bersifat fisik… dan ada perlawanan yang tetap hidup, bahkan setelah semuanya tampak berakhir.

Lalu pertanyaannya menjadi semakin sunyi: Ketika sebuah kekuasaan bisa direbut dengan paksa… apakah itu berarti ia benar-benar telah dimenangkan?

BERSAMBUNG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Ketika Nama yang Dibuang Mulai Dicari

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48 WIB

Ketika Kekuasaan Mulai Kehilangan Arah

Jumat, 17 April 2026 | 11:53 WIB

Yang Berkuasa Bukan yang Bertahta

Kamis, 16 April 2026 | 11:16 WIB

HB II Setelah Semuanya Diambil, Apa yang Tersisa?

Minggu, 12 April 2026 | 07:02 WIB
X