• Sabtu, 18 April 2026

Alarm Gempa dari Ruang Kuliah Amerika

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Minggu, 1 Maret 2026 | 21:41 WIB
Membaca tak lagi menjadi proses menyelam, melainkan sekadar menyentuh permukaan. Ilustrasi: AI
Membaca tak lagi menjadi proses menyelam, melainkan sekadar menyentuh permukaan. Ilustrasi: AI

Di ruang-ruang kuliah yang dulu menjadi medan tempur gagasan, kini terdengar keluhan yang nyaris seragam: mahasiswa tak lagi sanggup membaca teks panjang.

Bukan malas, melainkan tak mampu bertahan. Di sejumlah kampus Amerika Serikat, dosen mulai menurunkan standar—agar perkuliahan tetap berjalan.

Baca Juga: Lulus di Usia 20 Tahun, Tiara Menembus Batas di Kedokteran Gigi UGM

Laporan majalah Fortune merekam kegelisahan itu. Profesor sastra di Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson, mengaku mahasiswanya kesulitan memahami satu kalimat utuh.

Ia menghapus tugas membaca di luar kelas dan menggantinya dengan sesi membaca bersama, baris demi baris.

Baca Juga: Ketika AI Mengguncang Meja Kantor dan Merehab Martabat Kerja Otot

Tetap saja banyak yang tak mampu memproses makna. “Saya merasa harus membaca keras-keras karena tidak ada yang membaca malam sebelumnya,” ujarnya.

Di University of Notre Dame, profesor teologi Timothy O'Malley menyebut tugas membaca 25–40 halaman—yang dulu lazim—kini dianggap terlalu berat.

Mahasiswa lebih terbiasa memindai, menyimak ringkasan, bahkan mengandalkan rangkuman berbasis kecerdasan buatan.

Membaca tak lagi menjadi proses menyelam, melainkan sekadar menyentuh permukaan.

Baca Juga: UGM Menjaga Nurani di Tengah Laju AI

Data nasional memperkuat kegelisahan itu. Survei PIAAC menunjukkan puluhan juta warga dewasa Amerika berada pada tingkat literasi terendah.

Minat membaca untuk hiburan turun drastis dalam dua dekade terakhir. Pandemi Covid-19 memang memperparah, tetapi akar masalahnya lebih dalam: perubahan budaya atensi.

Baca Juga: Gen Z : Generasi Layar dan Ilusi Cerdas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Prabowo, Menjahit Masa Depan dari Seoul

Jumat, 3 April 2026 | 08:27 WIB

Jejak Pastor di Sabuk Asteroid

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:15 WIB

Seruan Damai dari Balkon Vatikan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:17 WIB

Alarm Gempa dari Ruang Kuliah Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:41 WIB

Pimpinan Pecah Kongsi dan Janji yang Kembali Ditagih

Senin, 23 Februari 2026 | 22:56 WIB

Eksodus ke Australia dan Cermin Ekonomi Selandia Baru

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:04 WIB
X