• Sabtu, 18 April 2026

Lima Jam di Kremlin, Babak Baru Kemitraan Strategis

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Senin, 13 April 2026 | 23:22 WIB
Presiden Prabowo disambut hangat oleh Presiden Vladimir Putin. Pertemuan keduanya bukan sekadar seremoni—melainkan maraton diplomasi selama lima jam yang sarat makna strategis. Foto: @setkabRI
Presiden Prabowo disambut hangat oleh Presiden Vladimir Putin. Pertemuan keduanya bukan sekadar seremoni—melainkan maraton diplomasi selama lima jam yang sarat makna strategis. Foto: @setkabRI

JOGJA.24JAMNEWS.COM - Setibanya di Rusia pada Senin pagi, 13 April 2026, Presiden Prabowo Subianto langsung melangkah ke jantung kekuasaan negeri beruang merah: Istana Kremlin.

Di sana, ia disambut hangat oleh Presiden Vladimir Putin. Pertemuan keduanya bukan sekadar seremoni—melainkan maraton diplomasi selama lima jam yang sarat makna strategis.

Baca Juga: Carmen K-pop dan Jari Hati dari Seoul, Diplomasi yang Berubah Wajah

Agenda dimulai dengan pertemuan bilateral selama dua jam, sebelum berlanjut ke sesi tertutup empat mata selama tiga jam.

Dalam ruang tanpa kamera itu, arah hubungan Indonesia–Rusia tampak dirumuskan lebih dalam, lebih personal, dan lebih menentukan.

Sejumlah kesepakatan penting lahir dari pertemuan bilateral. Fokus utama tertuju pada penguatan kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk ketahanan energi migas dan pengembangan hilirisasi di Indonesia.

Baca Juga: Jejak Pastor di Sabuk Asteroid

Selain itu, kedua negara menegaskan keberlanjutan kolaborasi di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi lintas sektor—khususnya pembangunan industri nasional.

Kedudukan Rusia dalam lanskap global turut memberi bobot pada pertemuan ini. Sebagai negara dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB dan anggota pendiri BRICS, Rusia memainkan peran strategis dalam percaturan dunia.

Ditambah dengan kekayaan sumber daya alamnya, kemitraan dengan Rusia menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi ekonomi dan geopolitiknya.

Baca Juga: Urban Farming: Nafas Baru Makan Bergizi Gratis dari Jantung Kota Yogyakarta

Hubungan personal antara Prabowo dan Putin juga menjadi fondasi kuat. Keduanya tercatat telah lima kali bertemu dalam setahun terakhir, termasuk pada Desember lalu di Moskow.

Intensitas ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh—sebuah sinyal bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dibangun di atas komunikasi yang erat.

Dari Kremlin, babak baru hubungan Indonesia–Rusia resmi dimulai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Prabowo, Menjahit Masa Depan dari Seoul

Jumat, 3 April 2026 | 08:27 WIB

Jejak Pastor di Sabuk Asteroid

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:15 WIB

Seruan Damai dari Balkon Vatikan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:17 WIB

Alarm Gempa dari Ruang Kuliah Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:41 WIB

Pimpinan Pecah Kongsi dan Janji yang Kembali Ditagih

Senin, 23 Februari 2026 | 22:56 WIB

Eksodus ke Australia dan Cermin Ekonomi Selandia Baru

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:04 WIB
X