JOGJA.24JAMNEWS.COM - Pangeran William dan Kate Middleton akhirnya angkat bicara terkait rilis dokumen pemerintah Amerika Serikat mengenai kasus Jeffrey Epstein.
Lebih dari tiga juta berkas yang dipublikasikan Departemen Kehakiman AS menyinggung nama Paman William, Andrew Mountbatten Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew.
Melalui pernyataan resmi Istana Kensington, pasangan pewaris takhta itu menegaskan kepedulian mereka terhadap para korban.
Baca Juga: Dari Kegelisahan Bencana, Mahasiswa UGM Raih Juara Global Sustainability Challenge di China
“Pangeran dan Putri sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut. Pikiran mereka tetap terfokus pada para korban,” ujar juru bicara istana, sehari sebelum William bertolak ke Arab Saudi, dilansir USA Today.
Rilis dokumen tambahan ini kembali menyorot keterlibatan Andrew.
Foto-foto yang muncul memperlihatkan dirinya dalam situasi kompromi dengan seorang perempuan tak dikenal,
Baca Juga: Hari Persaudaraan Manusia Internasional: Merawat Kemanusiaan di Dunia yang Terluka
serta email yang menunjukkan komunikasi berkelanjutan dengan Epstein bahkan setelah vonis kejahatan seksual dijatuhkan.
Kontroversi seputar Andrew bukan hal baru. Ia telah lama membantah tuduhan pelecehan, meski reputasinya kian merosot.
Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan dari Virginia Roberts Giuffre, salah satu korban Epstein.
Giuffre sendiri meninggal pada 2025 dengan dugaan bunuh diri.
Seiring waktu, konsekuensi bagi Andrew semakin berat: gelar kerajaan dicabut, kediaman di Royal Lodge ditinggalkan, dan posisinya sebagai anggota senior keluarga kerajaan dihapus.
Kini, dengan munculnya “Epstein files” terbaru, sorotan publik kembali tajam mengarah pada dirinya sementara William dan Kate berusaha menegaskan komitmen mereka pada para korban.**