• Sabtu, 18 April 2026

UEA Akui Gagal Jaga Stabilitas Kawasan, Serukan Kembali ke Jalur Negosiasi

Photo Author
GS Purwanto, Jogja 24 Jam
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:17 WIB
Foto: CNN
Foto: CNN

Seorang pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA) menyebut konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah sebagai momen bersejarah yang sarat tantangan. 

Dalam wawancara dengan CNN, penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, mengakui bahwa negara-negara kawasan, termasuk UEA, belum berhasil menjaga stabilitas regional di tengah eskalasi ketegangan yang semakin meluas.

Baca Juga: Prabowo Saksikan 11 MoU Rp 600 Triliun RI–AS di Washington

“Kami memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat serta negara-negara tetangga seperti Iran guna memastikan keamanan dan stabilitas kawasan. Namun, jelas kali ini kami belum berhasil,” ujar Gargash kepada jurnalis CNN, Becky Anderson.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu tanggapan resmi pertama dari pejabat negara Teluk setelah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. 

UEA sendiri dilaporkan menjadi sasaran Iran pada Sabtu lalu sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.

Gargash mengungkapkan bahwa pihaknya sangat kecewa atas meluasnya konflik hingga menyeret negara-negara tetangga. 

Baca Juga: Dedi Mulyadi, Wow, Gile Lu

Meski mengecam tindakan Iran, ia menekankan pentingnya mencegah konfrontasi militer berskala besar yang dampaknya sulit diprediksi.

“Kami sangat prihatin dan mengecam perluasan konflik ini. Namun, pada saat yang sama, semua pihak memahami bahwa kawasan ini harus terhindar dari perang besar dengan konsekuensi yang tidak sepenuhnya kita pahami,” katanya.

Menurut Gargash, UEA tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait operasi militer yang terjadi. 

Meski demikian, ia mengaku pihaknya telah memperkirakan kemungkinan tersebut berdasarkan perkembangan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Indonesia, Raja Layar di Asia Tenggara

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun program nuklir dan rudal Iran dipandang sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomasi, bukan melalui konfrontasi bersenjata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: GS Purwanto

Tags

Terkini

Prabowo, Menjahit Masa Depan dari Seoul

Jumat, 3 April 2026 | 08:27 WIB

Jejak Pastor di Sabuk Asteroid

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:15 WIB

Seruan Damai dari Balkon Vatikan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:17 WIB

Alarm Gempa dari Ruang Kuliah Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:41 WIB

Pimpinan Pecah Kongsi dan Janji yang Kembali Ditagih

Senin, 23 Februari 2026 | 22:56 WIB

Eksodus ke Australia dan Cermin Ekonomi Selandia Baru

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:04 WIB
X